Tugas 1
Teori Kepribadian Sehat
Apakah yang dimaksud dengan kepribadian yang
sehat?bagaimana sifat-sifat orang yang memiliki kepribadian yang sehat?dan
apakah anda adalah pribadi yang sehat?
Mungkin ini adalah pertanyaan yang sangat
menarik untuk dibahas dalam suatu pandangan yang mewakili pertanyaan dari
banyak orang.
Kepribadian adalah kata yang begitu umum
dipakai di dunia Psikologi, kepribadian seseorang bisa dinilai dari
kemampuannya memperoleh reaksi-reaksi dari berbagai orang dalam berbagai
keadaan. Untuk definisi kepribadian hampir bisa dikatakan tidak ada suatu
kesepakatan definisi dari keseluruhan pandangan yang pernah dilontarkan.
Menurut allport (1937) ia menemukan bahwa ada hampir 50 definisi berbeda yang
digolongkannya kedalam sejumlah kategori. Allport sendiri memandang
“kepribadian merupakan apa orang itu sesungguhnya”.
Sehat merupakan bagian dari harta manusia
yang tak ternilai harganya. Sehat merupakan anugerah dari Sang Maha Pencipta
untuk makhluk hidup melakukan perbuatan mulia sehingga sehat dapat di pandang
indah untuk selalu disandang oleh individu yang sadar akan hal tersebut.
a. Kepribadian Sehat Berdasarkan Aliran Psikoanalisis
Psikoanalisis merupakan suatu bentuk model
kepribadian. Teori ini sendriri pertama kali diperkenalkan oleh Sigmun Freud
(1856-1938). Freud pada awalnya memang mengembangkan teorinya tengtang struktur
kepribadian dan sebab-sebab gangguan jiwa dan dengan konsep teorinya yaitu
perilaku dan pikiran dengan mengatakan bahwa kebanyakan apa yang kita lakukan
dan pikirkan hasil dari keinginan atau dorongan yang mencari pemunculan dalam
perilaku dan pikiran. menurut teori psikoanalisa, inti dari keinginan dorongan
ini adalah bahwa mereka bersembunyi dari kesadaran individual.
Dan apabila dorongan – dorongan ini tidak dapat disalurkan, dapat menyebabkan
gangguan kepribadian dan juga memggangu kesehatan mental yang disebut
psikoneurosis.
Dengan kata lain, mereka tidak disadari. Ini adalah ekspresi dari dorongan tidak
sadar yang muncul dalam perilaku dan pikiran. Istilah “motivasi yang tidak
disadari” / (unconscious motivation) menguraikan ide kunci dari psikoanalisa.
Psikoanalisis mempunyai metode untuk membongkar gangguan – gangguan yang
terdapat dalam ketidaksadaran ini, antara lain dengan metode analisis mimpi dan
metode asosiasi bebas.
Teori psikologi Freud didasari pada keyakinan bahwa dalam diri manusia terdapat
suatu energi psikis yang sangat dinamis. Energi psikis inilah yang mendorong
individu untuk bertingkah laku. Menurut psikoanalisis, energi psikis itu
berasumsi pada fungsi psikis yang berbeda yaitu: Id, Ego dan Super Ego.
– Id: merupakan bagian palung primitif dalam kepribadian, dan dari sinilah
nanti ego dan Super Ego berkembang. Dorongan dalam Id selalu ingin dipuaskan
dan menghindari yang tidak menyenangkan.
– Ego: merupakan bagian “eksekutif” dari
kepribadian, ia berfungsi secara rasional berdasakan prinsip kenyataan.
Berusaha memenuhi kebutuhan Id secara realistis,yaitu dimana Ego berfungsi
untuk menyaring dorongan-dorongan yang ingin dipuaskan oleh Id berdasarkan
kenyataan.
– Super Ego: merupakan gambaran internalisasi
nilai moral masyarakat yang diajarkan orang tua dan lingkungan seseorang. Pada
dasarnya Super Ego merupakan hati nurani seseorang dimana berfungsi sebagai
penilai apakah sesuatu itu benar atau salah. Karena itu Super Ego berorientasi
pada kesempurnaan.
Kepribadian yang sehat menurut psikoanalisis:
1. Menurut freud kepribadian yang sehat yaitu jika individu bergerak
menurut pola perkembangan yang ilmiah.
2. Kemampuan dalam mengatasi tekanan dan kecemasan, dengan belajar
3. Mental yang sehat ialah seimbangnya fungsi dari superego terhadap
id dan ego
4. Tidak mengalami gangguan dan penyimpangan pada mentalnya
5. Dapat menyesuaikan keadaan ddengan berbagai dorongan dan
keinginan
b. Kepribadian Sehat Menurut Aliran Behavioristik
Behaviorisme juga disebut psikologi S – R (stimulus dan respon). Behaviorisme
menolak bahwa pikiran merupakan subjek psikologi dan bersikeras bahwa psokologi
memiliki batas pada studi tentang perilaku dari kegiatan-kegiatan manusia dan
binatang yang dapat diamati. Teori Behaviorisme sendiri pertama kali
diperkenalkan oleh John B. Watson (1879-1958)
Aliran behaviorisme mempunyai 3 ciri penting:
1.
Menekankan pada respon-respon yang dikondisikan sebagai elemen dari perilaku
2. Menekankan pada perilaku yang dipelajari dari pada perilaku yang tidak
dipelajari. Behaviorisme menolak kecenderungan
pada perilaku yang bersifat bawaan.
3. Memfokuskan pada perilaku binatang. Menurutnya, tidak ada perbedaan alami
antara perilaku manusia dan perilaku binatang. Kita dapat belajar banyak
tentang perilaku kita sendiri dari studi tentang apa yang dilakukan binatang.
Menurut penganut aliran ini perilaku selalu dimulai dengan adanya rangsangan
yaitu berupa stimulus dan diikuti oleh suatu reaksi berupa respons terhadap
rangsangan itu.
Jadi menurut Behaviorisme manusia dianggap memberikan respons secara pasif
terhadap stimulus-stimulus dari luar. Kepribadian manusia sebagai suatu sistem
yang bertingkah laku menurut cara yang sesuai peraturannya dan menganggap
manusia tidak memiliki sikap diri sendiri.
Kepribadian yang sehat menurut behavioristik:
1.
Memberikan respon terhadap faktor dari luar seperti orang lain dan
lingkungannya
2. Bersifat sistematis dan bertindak dengan dipengaruhi oleh pengalaman
3. Sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, karena manusia tidak memiliki
sikap dengan bawaan sendiri
4.Menekankan pada tingkah laku yang dapat diamati dan menggunakan metode yang
obyektif
c.
Kepribadian Sehat Menurut Aliran Humanistik
Aliran ini berkembang pada tahun 1950.
Humanistik merasa tidak puas dengan behaviori maupun dengan aliran
psikoanalisis. Aliran humanistik ini mengarahkan perhatiannya pada humanisasi
yang menekankan keunikan manusia. Psikologi Humanistik manusia adalah makhluk
kreatif,yang di kendalikan oleh nilai-nilai dan pada pilihan-pilihan sendiri
bukan pada kekuatan-kekuatan ketidaksadaran.
Kepribadian yang sehat
menurut humanistik, perilaku yang mengarah pada aktualisasi diri:
1) Menjalani hidup seperti seorang anak, dengan penyerapan dan konsentrasi
sepenuhnya.
2) Mencoba hal-hal baru ketimbang bertahan pada cara-cara yang aman dan tidak
berbahaya.
3) Lebih memperhatikan perasaan diri dalam mengevaluasi pengalaman ketimbang suara
tradisi, otoritas, atau mayoritas.
4) Jujur ; menghindari kepura-puraan dalam “bersandiwara”.
5) Siap menjadi orang yang tidak popular bila mempunyai pandangan sebagian
besar orang.
6) Memikul tanggung jawab.
7) Bekerja keras untuk apa saja yang ingin dilakukan.
8) Mencoba mengidentifikasi pertahanan diri dan memiliki keberanian untuk
menghentikannya.
d. Pendapat Alport
Ciri-Ciri Kepribadian yang
Matang Menurut Allport :
Menurut Allport, faktor utama tingkah lalu
orang dewasa yang matang adalah sifat-sifat yang terorganisir dan selaras yang
mendorong dan membimbing tingkah laku menurut prinsip otonomi fungsional.
Kualitas
Kepribadian yang matang menurut allport sebagai berikut:
1. Ekstensi sense of self
·
Kemampuan berpartisipasi dan menikmati kegiatan dalam jangkauan yang luas.
·
Kemampuan diri dan minat-minatnya dengan orang lain beserta minat mereka.
·
Kemampuan merencanakan masa depan (harapan dan rencana)
2. Hubungan hangat/akrab
dengan orang lain, Kapasitas intimacy(hubungan kasih dengan keluarga dan
teman) dan compassion(pengungkapan hubungan yang penuh hormat dan
menghargai dengan setiap orang)
3.
Penerimaan diri
Kemampuan
untuk mengatasi reaksi berlebih hal-hal yang menyinggung dorongan khusus (misal
: mengolah dorongan seks) dan menghadapi rasa frustasi, kontrol diri, presan
proporsional.
4.
Pandangan-pandangan realistis, keahlian dan penugasan
Kemampuan
memandang orang lain, objek, dan situasi. Kapasitas dan minat dalam
penyelesaian masalah, memiliki keahlian dalam penyelesain tugas yang dipilih,
mengatasi pelbagai persoalan tanpa panik, mengasihani diri, atau tingkah laku
lain yang merusak.
5.
Objektifikasi diri: insight dan humor
Kemampuan
diri untuk objektif dan memahami tentang diri dan orang lain. Humor tidak
sekedar menikmati dan tertawa tapi juga mampu menghubungkan secara positif pada
saat yang sama pada keganjilan dan absurditas diri dan orang lain.
6.
Filsafat Hidup
Ada
latar belakang yang mendasari semua yang dikerjakannya yang memberikan tujuan
dan arti. Contohnya lewat agama.
Untuk
memahami orang dewasa kita membutuhkan gambaran tujuan dan aspirasinya. Tidak
semua orang dewasa memiliki kedewasaan yang matang. Bisa saja seseorang
melakukan sesuatu hal tanpa tahu apa yang ia lakukan.
Peranan Positif Regards
Dalam hidupnya, manusia
selalu mempunyai perasaan dan kebutuhan untuk dicintai, disukai dan diterima
oleh orang lain.dan oleh karena itu self akan berkembang secara utuh-keseluruhan,
menyentuh semua bagian-bagian jika tercapai.
Ciri Orang yang Berfungsi
Sepenuhnya
1)
Keterbukaan terhadap pengalaman (openness to experience)
Adalah
salah satu dari lima wilayah utama kepribadian yang
ditemukan oleh para psikolog. Keterbukaan aktif melibatkan imajinasi, estetika
sensitivitas, perhatian terhadap perasaan batin, preferensi untuk berbagai, dan
keingintahuan intelektual. Sebagian besar psikometrik penelitian telah
menunjukkan bahwa kualitas ini secara statistik berkorelasi.
2)
hidup menjadi (existential living)
Sebagian
didasarkan pada eksistensial keyakinan bahwa manusia
sendirian di dunia.
3)
keyakinan organismik (organismic trusting)
Mempercayai
seseorang pikiran dan perasaan sebagai akurat. Lakukan apa yang datang secara
alami.
4)
pengalaman kebebasan (experiental freedom)
Untuk
mengakui kebebasan seseorang dan bertanggung jawab atas tindakan sendiri.
5)
kreativitas (creativity)
Full
partisipasi di dunia, termasuk memberikan kontribusi bagi kehidupan orang lain
Perkembangan Kepribadian
Allport
melihat bahwa anak yang baru lahir sebagai seorang ciptaan keturunan, hanya
memiliki dorongan primitif, dan tingkah laku reflek ,tidak memiliki kepribadian
tapi memiliki potensi yang akan terpenuhi atau terbentuk pada saat pertumbahan
dan pematangannya. Dalam Perkembangan Proprium Allport membagi dalam beberapa
tahap sebagai berikut:
1)
0-3 tahun :
Pembanguanan
keadaran diri : sense of bodily self (enak tidak enak), perasaan
identitas diri berkelanjutan kesadaran sebagai subjek yang berkembang. Dalam
hal ini bahasa menjadi faktor yang penting.
2)
4-6 tahun:
Perluasan
diri dan gambaran diri. Dalam perluasan diri, perasaan keterhubungan dengan
orang-orang dan hal-hal yang penting dalam lingkungannya. Relasi anak dan
lingkungan tempat dia tumbuh terhubung sangat penting.
3)
6-12 tahun:
Kesadaran
diri. Pengenalan kemampunan diri mengatasi persoalan-persoalan dengan alasan
dan gagasan karena anak bergerak dari lingkungan keluarga ke masyarakat.
4)
Remaja
Propriate
striving, pembanguanan tujuan dan rencana ke depan: intensi-intensi, long-range
purposes,distant goals.Persoalan utama berkaitan dengan identitas, ”apakah saya
seorang anak atau dewasa?”
5)
Kedewasaan
Menurut
Allport, faktor utama tingkah lalu orang dewasa yang matang adalah sifat-sifat
yang terorganisir dan selaras yang mendorong dan membimbing tingkahlaku menurut
prinsip otonomi fungsional.
Kualitas Kepribadian yang
matang sebagai berikut:
· Ekstensi
sense of self yaitu, Kemampuan berpartisipasi dan menikmati kegiatan
dalam jangkauan yang luas.
· Kemampuan
diri dan minat-minatnya denga orang lain beserta minat mereka.
· Kemampuan
merencanakan masa depan (harapan dan rencana)
· Hubungan
hangat/akrab dengan orang lain
· Penerimaan
diri
· Pandangan-pandangan
realistis, keahlian dan penugasan
· Kemampuan
memandang orang lain, objek, dan situasi.
· Objektifikasi
diri: insight dan humor
· Kemampuan
diri untuk objektif dan memahami tentang diri dan orang lain. Humor tidak
sekedar menikmati dan tertawa tapi juga mampu menghubungkan secara positif pada
saat yang sama pada keganjilan dan absurditas diri dan orang lain.
· Filsafat
Hidup
Untuk
memahami orang dewasa kita membutuhkan gambaran tujuan dan aspirasinya. Tidak
semua orang dewasa memiliki kedewasaan yang matang. Bisa saja seseorang
melakukan sesuatu hal tanpa tahu apa yang ia lakukan.
Beberapa
catatan mengenai Teori Allport
Kekurangan Allport pada persamaan formal sehingga tidak memadai
untuk banyak penelitian, gagal menunjukkan konsep pokok yaitu fungsi otonomi,
mengasumsikan adanya diskontinuitas antara hewan-manusia, masa kanak-kanak dan
dewasa, normal dan abnormal,menekankan keunikan kepribadian, memberikan
perhatian yang terlalu sedikit pada pengaruh sosial, dan faktor situasioanal,
serta menggambarkan manusia pada gambaran terlalu positif.
e. Pendapat Rogers
Pendapat rogers : memahami dan menjelaskan
teori kepribadian sehat menurut rogers, yang meliputi
1.
Perkembangan kepribadian atau “self” Menurut Rogers, pribadi yang sehat muncul
dari aktualisasi diri seseorang dalam kehidupannya. Pengalaman - pengalaman
yang telah terjadi memotivasi diri untuk menjadi pribadi yang lebih sehat dari
sebelumnya. Perkembangan aktualisasis diri berubah sejalan dengan semakin
bertambahnya umur sebagai akibat dari perkembangan biologik dan belajar. Konsep
self menggambarkan konsepsi mengenai dirinya sendiri, ciri-ciri yang
dianggapnya menjadi bagian dari dirinya.
2.
Peranan positive regard dalam pembentukan kepribadian individu Kebutuhan
tersebut disebut “need for positive regard” Kebutuhan tersebut
dibagi menjadi dua, yaitu :
1.
conditional positive regard (bersyarat),
2.
unconditional positive regard (tak bersyarat).
Contohnya,
seorang atlet cilik yang ingin selalu diperhatikan oleh orangtunya dan
pelatihnya dan selalu ingin dipuji akan prestasinya yang selama ini ia gapai.
3. Ciri-ciri orang yang berfungsi sepenuhnya Pribadi yang berfungsi sepenuhnya
adalah pribadi yang mengalami pengharagaan positif tak bersyarat. Karena ini
penting, dihargai, diterima, disayangi, dicintai sebagai seseorang yang berarti
tentu akan menerima dengan penuh kepercayaan
f. Pendapat Maslow
Individu
sebagai Kesatuan Terpadu
Sebelum menguraikan teori tentang Hirarki
Kebutuhan, Maslow dalam karya masyhurnya, Motivation and Personality,
memaparkan terlebih dahulu sejumlah proposisi yang harus diperhatikan sebelum
seseorang menyusun sebuah teori motivasi yang sehat. Maslow pertama-tama
menekankan bahwa individu merupakan kesatuan yang terpadu dan terorganisasi.
Pernyataan ini hampir menjadi aksioma yang diterima oleh semua orang, yang
kemudian sering dilupakan dan diabaikan tatkala seseorang melakukan penelitian.
Penting sekali untuk selalu disadarkan kembali hal ini sebelum seseorang
melakukan eksperimen atau menyusun suatu teori motivasi yang sehat
B.Hirarki
Kebutuhan
Maslow mengembangkan teori tentang bagaimana
semua motivasi saling berkaitan. Ia menyebut teorinya sebagai “hirarki
kebutuhan”. Kebutuhan ini mempunyai tingkat yang berbeda-beda. Ketika satu
tingkat kebutuhan terpenuhi atau mendominasi, orang tidak lagi mendapat
motivasi dari kebutuhan tersebut. Selanjutnya orang akan berusaha memenuhi
kebutuhan tingkat berikutnya. Maslow membagi tingkat kebutuhan manusia menjadi
sebagai berikut:
1.
Kebutuhan fisiologis: Kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan manusia yang paling
mendasar untuk mempertahankan hidupnya secara fisik, yaitu kebutuhan akan
makanan, minuman, tempat tinggal, seks, tidur, istirahat, dan udara. Seseorang
yang mengalami kekurangan makanan, harga diri, dan cinta, pertama-tama akan
mencari makanan terlebih dahulu. Bagi orang yang berada dalam keadaan lapar
berat dan membahayakan, tak ada minat lain kecuali makanan. Bagi masyarakat
sejahtera jenis-jenis kebutuhan ini umumnya telah terpenuhi. Ketika kebutuhan
dasar ini terpuaskan, dengan segera kebutuhan-kebutuhan lain (yang lebih tinggi
tingkatnya) akan muncul dan mendominasi perilaku manusia.
kebutuhan
yang dasariah, misalnya rasa lapar, haus, tempat berteduh, seks, tidur,
oksigen, dan kebutuhan jasmani lainnya.
2.
Kebutuhan akan rasa aman: Segera setelah kebutuhan dasariah terpuaskan,
muncullah apa yang digambarkan Maslow sebagai kebutuhan akan rasa aman atau
keselamatan. Kebutuhan ini menampilkan diri dalam kategori kebutuhan akan
kemantapan, perlindungan, kebebasan dari rasa takut, cemas dan kekalutan;
kebutuhan akan struktur, ketertiban, hukum, batas-batas, dan sebagainya. mencakup
antara lain keselamatan dan perlindungan terhadap kerugian fisik dan emosional.
3.
Kebutuhan sosial: Setelah terpuaskan kebutuhan akan rasa aman, maka kebutuhan
sosial yang mencakup kebutuhan akan rasa memiliki-dimiliki, saling percaya,
cinta, dan kasih sayang akan menjadi motivator penting bagi perilaku. Pada
tingkat kebutuhan ini, dan belum pernah sebelumnya, orang akan sangat merasakan
tiadanya sahabat, kekasih, isteri, suami, atau anak-anak. Ia haus akan relasi
yang penuh arti dan penuh kasih dengan orang lain pada umumnya. Ia membutuhkan
terutama tempat (peranan) di tengah kelompok atau lingkungannya, dan akan
berusaha keras untuk mencapai dan mempertahankannya. mencakup kebutuhan akan
rasa memiliki dan dimiliki, kasih sayang, diterima-baik, dan persahabatan.
4.
Kebutuhan akan penghargaan: Menurut Maslow, semua orang dalam masyarakat
(kecuali beberapa kasus yang patologis) mempunyai kebutuhan atau menginginkan
penilaian terhadap dirinya yang mantap, mempunyai dasar yang kuat, dan biasanya
bermutu tinggi, akan rasa hormat diri atau harga diri. Karenanya, Maslow
membedakan kebutuhan ini menjadi kebutuhan akan penghargaan secara internal dan
eksternal.
Yang
pertama (internal) mencakup kebutuhan akan harga diri, kepercayaan diri,
kompetensi, penguasaan, kecukupan, prestasi, ketidaktergantungan, dan kebebasan
(kemerdekaan). Yang kedua (eksternal) menyangkut penghargaan dari orang lain,
prestise, pengakuan, penerimaan, ketenaran, martabat, perhatian, kedudukan,
apresiasi atau nama baik. Orang yang memiliki cukup harga diri akan lebih
percaya diri. Dengan demikian ia akan lebih berpotensi dan produktif. mencakup
faktor penghormatan internal seperti harga diri, otonomi, dan prestasi; serta
faktor eksternal seperti status, pengakuan, dan perhatian.
5.
Kebutuhan akan aktualisasi diri: mencakup hasrat untuk makin menjadi diri
sepenuh kemampuannya sendiri, menjadi apa saja menurut kemampuannya.
Maslow
menyebut teori Hirarki Kebutuhan-nya sendiri sebagai sintesis atau perpaduan
teori yang holistik dinamis. Disebut demikian karena Maslow mendasarkan
teorinya dengan mengikuti tradisi fungsional James dan Dewey, yang dipadu
dengan unsur-unsur kepercayaan Wertheimer, Goldstein, dan psikologi Gestalt,
dan dengan dinamisme Freud, Fromm, Horney, Reich, Jung, dan Adler.
g.
Pendapat Fromm
Teori ericfromm adalah teori yang menggunakan
pendekatan sosial psikologis dimana pemusatan perhatianya pada penguraian
cara-cara dimana struktur dan dinamika-dinamika masyarakat tertentu membentuk
para anggotanya sehingga karakter para anggota tersebut sesuai dengan nilai
yang ada pada masyarakat .
Kebutuhan
dasar manusia menurut eric fromm:
·
Kebutuhan akan keberhubungan kebutuhan ini
adalah secara spesifik aktif dan produktif mencintai orang lain
·
Kebutuhan akan trandensi mengungguli
alam menjadi mahluk yang kreatif
·
Kebutuhan akan kemantapan ingin meiliki
rasa bersahaja pada dunia dan orang lain supaya dapat beradaptasi di
dunia
·
Kebutuhan akan idenditas brusaha untuk
memiliki rasa idenditas personal dan keunikan guna menciptakan rasa
yang terlepas dari dunia
·
Kebutuhan akan kerangka orientasi
untukmencptakan rasa yang terlepas dari dunia
Hal
kebutuhan tersebut adalah sifat alamiah dari manusia menurut fromm dan ini
berubah saat evolusi namun manivestasi dari kebutuhan ini adalah akan
memunculkan potensi-potensi batiniah di tentukan oleh aturan-aturan sosial di
mana ia hidup dan kepribadian seseorang berkembang menurut
kesempatan-kesempatan yang di berikan kepadanya oleh masyarakat tertentu.
Sehingga kepribadian sehat menurut Eric from
adalah penyesuaian diri seseorang dalam masyarakat merupakan kompromi antara
kebutuhan-kebutuahn batin dan tuntutan dari luar dan seseorang menerapkan
kerakter sosial untuk memenuhi harapan masyarakat kepribadian sehat juga adanya
keinginan untuk mencintai dan di cintai dalam bukunya Art Of Love erik Fromm
mengutarakan :
Dalam
Civilization and Its Discontents (1930), seperti dikutip oleh Eric Fromm dalam
Masyarakat yang Sehat (Terjemahan Thomas Bambang Murtianto, 1995) ia menulis:
"Manusia,
setelah menemukan lewat pengalamannya bahwa cinta seksual (genital) memberinya
kepuasan puncak, maka makna cinta seksual-genital menjadi prototipe bagi semua
bentuk kebahagiaan manusia. Karenanya manusia terdorong mencari kebahagiaan
yang ada kaitannya dengan hubungan seks, menempatkan erotisme genital sebagai
titik pusat kehidupannya…. Dengan melakukan itu manusia menjadi sangat
tergantung pada dunia luar, pada obyek cinta pilihannya, atau sungguh merasa
kehilangan bila ditinggal mati atau ditinggal kabur."
Di
mata Fromm, Freud memostulatkan, orang yang mencinta mengalami dirinya terlanda
oleh dambaan dan rasa kekurangan, sehingga harga dirinya direndahkan.
Sebaliknya, orang yang dicinta, karena dibalas cintanya dan memiliki obyek
cinta, harga dirinya naik. Mencinta membuat Anda lemah. Yang membuat Anda
bahagia ialah bila Anda dicinta.
Daftar pustaka:
http://www.psychologymania.com/2010/03/gordon-allport-tokoh-psikologi.html
Suryabrata Sumadi, B.A., M.A., Ed.S., Ph.D. Psikologi
Kepribadian. PT Raja Grafindopersada. Jakarta. 2008 Hall S. Calvin &
Lindzey Gardner. Teori-teori psikodinamik (klinis). KANISIUS (Anggota IKAPI).
Yogyakarta. 1993
http://makalahpsikologi.blogspot.com/2010/08/kepribadian-sehat-menurut-abraham.html