manusia dan kebudayaan
A. MANUSIA
1. Pengertian Manusia
Manusia di dunia ini
memegang peranan yang unik, dan dapat di pandang dari berbagai segi. Jika
dipandang dari segi eksakta seperti ilmu kimia, maka manusia di pandang
sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan-jaringan
sistem. Ilmu biologi memandang manusia sebagai makhluk biologis yang tergolong
dalam golongan mamalia. Oleh karen itu, kita akan menjelaskan
tentang manusia dari unsur-unsur yang membangunya:
1. Manusa terdiri dari empat unsur yang
terkait, yaitu:
· Jasad: badan kasar manusia yang dapat
kita lihat, raba bahkan di foto dan menempati ruang dan waktu.
· Hayat: mengandung unsur hidup, yang ditandai
dengan gerak.
· Ruh: bimbingan dan pimpinan Tuhan,
daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran, suatu kemampuan
mencipta yang bersifat konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan.
· Nafs: dalam pengertian diri atau keakuan,
yaitu kesadaran akan diri sendiri.
2. Manusia sebagai kepribadian mengandung
tiga unsur, yaitu:
§ Id: Merupakan kodrat makhluk. Id adalah naluri makhluk hidup dalam
rangka mempertahankan eksistensinya di muka bumi. Bertahan hidup dalam arti yang
luas, yang pada dasarnya merupakan segala aspek yang kita lihat di
bumi ini. Id pada manusia termasuk naluri untuk berkembang biak, mempertahankan
diri dari ancaman, naluri untuk bebas dari rasa lapar dan haus seperti halnya
makhluk lain. Id pada manusia menghasilkan kecenderungan untuk agresif dan
terfokus pada pemenuhan kebutuhan jasmani. Id adalah bagian dari sistem yang
dihasilkan oleh tubuh untuk memenuhi kebutuhannya. Kalau id seseorang itu tinggi, maka kualitas orang tersebut secara
keseluruhan dengan sendirinya akan tinggi. Usaha yang dilakukan oleh orang
dengan id yang tinggi lebih baik jika dibandingkan dengan usaha yang dilakukan
oleh orang yang id-nya rendah. Karena orang dengan id tinggi berusaha untuk
memenuhi kebutuhan hidup dalam arti luas dengan lebih baik.
§ Ego: Merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali
dibedakan dari Id, seringkali disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena
peranannya dalam menghubgunkan energi Id ke dalam saluran sosial yang dapat
dimengerti oleh orang lain. Ego diatur oleh prinsip realitas dan mulai
berkembang pada anak antara usia satu dan dua tahun.
§ Superego: Merupakan struktur
kepribadian yang paling akhir, muncul kira-kira pada usia limat tahun.
Dibandingkan dengan Id dan ego, yang berkembang secara internal dalam diri
individu, superego terbentuk dari lingkungan eksternal. Jadi superego
menunjukkan pola aturan yang dalam derajat tertentu menghasilkan control diri
melalui sistem imbalan dan hukuman yang terinternalisasi.
Dari uraian di atas maka dapat dikaji
aspek tindakan manusia dengan analisa hubungan antara tindakan dan unusr-unsur
manusia. Misalnya, orang yang senang penyimpang terhadap nilai-nilai
masyarakat dapat didefinisikan bahwa orang tersebut lebih dikendalikan oleh id
daripada superego-nya.
2. Hakekat manusia
1. Makhluk Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan
Tubuh adalah materi yag dapat dilihat,
diraba, diras wujudnya konkrit, tetapi tidak abadi
2. Makhluk Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk
lainnya
Kesempurnaannya terletak pada adab dan
budayanya, karena manusia dilengkapi akal, perasaan, dan kehendak di dalam
jiwanya. Dengan akal manusia mampu menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dengan perasaan manusia dapat menciptakan kesenian.
3. Makhluk biokultural, yaitu makhluk hayati da budayawi
Manusia adalah produk dari saling tindak
atau interaksi faktor-faktor hayati dan budayawi. Sebgaia makhluk hayati,
manusia dapat dipelajari dari segi-segi anatomi, fisiologi, biokimia, genetika,
evolusi biologinya, dan lain sebagainya.
4. Makhluk ciptan Tuhan yang terkait dengan lingkungan (ekologi), mempunyai
kualitas da martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya
Hidup manusia mempunyai tiga taraf,
yaitu estetis, etis, dan religius..
B. KEBUDAYAAN
1. Kepribadian Bangsa Timur
Manusia dimuka bumi
ini mendiami wilayah yang berbeda, ada yang mendiami wilayah timur, wilayah
barat dan wilayah timur tengah. Hal ini membuat kebiasaan, adat istiadat,
kebudayaan dan kepribadian setiap manusia suatu wilayah berbeda dengan yang
lainnya. Negara Indonesia termasuk ke dalam bangsa Timur, yang dikenal sebagai
bangsa yang berkepribadian baik. Kepribadian
bangsa timur dapat diartikan suatu sikap yang dimiliki oleh suatu negara yang
menentukan penyesuaian dirinya terhadap lingkungan. Kepribadian bangsa timur
pada umumnya merupakan kepribadian yang mempunyai sifat toleransi yang tinggi.
Bangsa timur identik
dengan benua asia yang penduduknya sebagian besar berambut hitam, berkulit sawo
matang dan adapula yang berkulit putih, bermata sipit. Sebagian besar cara
berpakaian orang timur lebih sopan dan tertutup mungkin karena orang timur
kebanyakan memeluk agama islam dan menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku.
Pada umumnya
kepribadian bangsa timur adalah sangat terbuka dan toleran terhadap bangsa lain,
tetapi selama masih sesuai dengan norma, etika serta adat istiadat yang ada.
Secara garis besar
kebudayaan asing yang mudah diterima adalah unsur kebudayaan kebendaan seperti
peralatan yang terutama sangat mudah dipakai dan dirasakan sangat bermanfaat
bagi masyarakat yang menerimanya. Contohnya : Handphone, komputer, dll.
Unsur-unsur kebudayaan
asing yang sulit diterima antara lain :
1. Unsur-unsur yang menyangkut sistem kepercayaan seperti ideologi, falsafah
hidup dan lain-lain.
2. Unsur-unsur yang dipelajari pada taraf pertama proses sosialisasi. Contoh
yang paling mudah adalah soal makanan pokok suatu masyarakat.
3. Pada umumnya generasi muda dianggap sebagai individu-individu yang cepat
menerima unsur-unsur kebudayaan asing yang masuk melalui proses akulturasi
4. Suatu masyarakat yang terkena proses akulturasi, selalu ada
kelompok-kelompok individu yang sukar sekali atau bahkan tak dapat menyesuaikan
diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Diterima
atau Tidaknya Suatu Unsur Kebudayaan Baru
Faktor-faktornya antara lain :
1. Terbatasnya masyarakat memiliki hubungan atau kontak dengan kebudayaan dan
dengan orang-orang yang berasal dari luar masyarakat tersebut.
2. Jika pandangan hidup dan nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan
ditentukan oleh nilai-nilai agama.
3. Corak struktur sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan
kebudayaan baru. Misalnya sistem otoriter akan sukar menerima unsur kebudayaan
baru.
4. Suatu unsur kebudayaan diterima jika sebelumnya sudah ada unsur-unsur
kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimanya unsur kebudayaan yang baru
tersebut.
5. Apabila unsur yang baru itu memiliki skala kegiatan yang terbatas
2. Pengertian kebudayaan
Pengertian kebudayaan
secara umum adalah merupakan jalan atau arah didalam bertindak dan berfikir
untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani.
Definisi kebudayaan menurut
para ahli:
1. Edward B. Taylor
Kebudayaan merupakan
keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan,
kesenian, moral, hukum, adapt istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang
didapat oleh seseorang sebagai anggota masyarakat.
2. M. Jacobs dan
B.J. Stern
Kebudayaan mencakup keseluruhan yang meliputi bentuk
teknologi sosial, ideologi, religi, dan kesenian serta benda, yang kesemuanya
merupakan warisan sosial.
3. Koentjaraningrat
Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan,
tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang
dijadikan milik diri manusia dengan relajar.
4. Ki Hajar Dewantara
Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil
perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang
merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan
kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan
kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.
3. Unsur-unsur Kebudayaan
1. Sistem Bahasa
Bahasa
merupakan sarana bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan sosialnya untuk
berinteraksi atau berhubungan dengan sesamanya. Dalam ilmu antropologi, studi
mengenai bahasa disebut dengan istilah antropologi linguistik. Menurut Keesing,
kemampuan manusia dalam membangun tradisi budaya, menciptakan pemahaman tentang
fenomena sosial yang diungkapkan secara simbolik, dan mewariskannya kepada
generasi penerusnya sangat bergantung pada bahasa. Dengan demikian, bahasa
menduduki porsi yang penting dalam analisa kebudayaan manusia.
Menurut
Koentjaraningrat, unsur bahasa atau sistem perlambangan manusia secara lisan
maupun tertulis untuk berkomunikasi.Ciri-ciri menonjol dari bahasa suku bangsa
tersebut dapat diuraikan dengan cara membandingkannya dalam klasifikasi bahasa-bahasa
sedunia pada rumpun, subrumpun, keluarga dan subkeluarga..
2. Sistem Pengetahuan
Sistem pengetahuan
dalam kultural universal berkaitan dengan sistem peralatan hidup dan teknologi
karena sistem pengetahuan bersifat abstrak dan berwujud di dalam ide manusia.
Masyarakat pedesaan
yang hidup dari bertani akan memiliki sistem kalender pertanian tradisional
yang disebut system pranatamangsa yang sejak dahulu telah digunakan oleh nenek
moyang untuk menjalankan aktivitas pertaniannya. Menurut Marsono, pranatamangsa
dalam masyarakat Jawa sudah digunakan sejak lebih dari 2000 tahun yang lalu.
Sistem pranatamangsa digunakan untuk menentukan kaitan antara tingkat curah
hujan dengan kemarau. Melalui sistem ini para petani akan mengetahui kapan saat
mulai mengolah tanah, saat menanam, dan saat memanen hasil pertaniannya karena
semua aktivitas pertaniannya didasarkan pada siklus peristiwa alam. Tiap
kebudayaan selalu mempunyai suatu himpunan pengetahuan tentang alam,
tumbuh-tumbuhan, binatang, benda, dan manusia yang ada di sekitarnya. Menurut
Koentjaraningrat, setiap suku bangsa di dunia memiliki pengetahuan mengenai,
antara lain:
a. alam sekitarnya;
b. tumbuhan yang tumbuh di sekitar daerah tempat tinggalnya;
c. binatang yang hidup di daerah tempat tinggalnya;
d. zat-zat, bahan mentah, dan benda-benda dalam lingkungannya;
e. tubuh manusia;
f. sifat-sifat dan tingkah laku manusia;
g. ruang dan waktu.
3. Sistem Kekerabatan dan Organisasi sosial
Unsur budaya berupa sistem kekerabatan dan organisasi social merupakan usaha antropologi untuk memahami bagaimana manusia membentuk masyarakat melalui berbagai kelompok sosial. Menurut Koentjaraningrat tiap kelompok masyarakat kehidupannya diatur oleh adat istiadat dan aturan-aturan mengenai berbagai macam kesatuan di dalam lingkungan di mana dia hidup dan bergaul dari hari ke hari.
Unsur budaya berupa sistem kekerabatan dan organisasi social merupakan usaha antropologi untuk memahami bagaimana manusia membentuk masyarakat melalui berbagai kelompok sosial. Menurut Koentjaraningrat tiap kelompok masyarakat kehidupannya diatur oleh adat istiadat dan aturan-aturan mengenai berbagai macam kesatuan di dalam lingkungan di mana dia hidup dan bergaul dari hari ke hari.
Kekerabatan berkaitan
dengan pengertian tentang perkawinan dalam suatu masyarakat karena perkawinan
merupakan inti atau dasar pembentukan suatu komunitas atau organisasi sosial.
4. Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi
Manusia
selalu berusaha untuk mempertahankan hidupnya sehingga mereka akan selalu
membuat peralatan atau benda-benda tersebut. Perhatian awal para antropolog
dalam memahami kebudayaan manusia berdasarkan unsur teknologi yang dipakai
suatu masyarakat berupa benda-benda yang dijadikan sebagai peralatan hidup
dengan bentuk dan teknologi yang masih sederhana.
5. Sistem Ekonomi atau Mata Pencaharain
Mata
pencaharian atau aktivitas ekonomi suatu masyarakat menjadi fokus kajian
penting etnografi. Penelitian etnografi mengenai sistem mata pencaharian
mengkaji bagaimana cara mata pencaharian suatu kelompok masyarakat atau sistem
perekonomian mereka untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Sistem ekonomi pada
masyarakat tradisional, antara lain:
a. berburu dan meramu;
b. beternak;
c. bercocok tanam di ladang;
d. menangkap ikan;
e. bebercocok tanam menetap dengan sistem irigasi.
Pada saat ini hanya sedikit sistem mata pencaharian atau ekonomi suatu masyarakat yang berbasiskan pada sektor pertanian.
Pada
saat ini pekerjaan sebagai karyawan kantor menjadi sumber penghasilan utama
dalam mencari nafkah. Setelah berkembangnya sistem industri mengubah pola hidup
manusia untuk tidak mengandalkan mata pencaharian hidupnya dari subsistensi
hasil produksi pertaniannya
6. Sistem Religi
Koentjaraningrat
menyatakan bahwa asal mula permasalahan fungsi religi dalam masyarakat adalah
adanya pertanyaan mengapa manusia percaya kepada adanya suatu kekuatan gaib
atau supranatural yang dianggap lebih tinggi daripada manusia dan mengapa
manusia itu melakukan berbagai cara untuk berkomunikasi dan mencari
hubungan-hubungan dengan kekuatan-kekuatan supranatural tersebut.
Dalam
usaha untuk memecahkan pertanyaan mendasar yang menjadi penyebab lahirnya asal
mula religi tersebut, para ilmuwan sosial berasumsi bahwa religi suku-suku
bangsa di luar Eropa adalah sisa dari bentuk-bentuk religi kuno yang dianut
oleh seluruh umat manusia pada zaman dahulu ketika kebudayaan
mereka masih primitif. mengapa manusia itu melakukan berbagai cara untuk berkomunikasi dan mencari hubungan-hubungan dengan kekuatan-kekuatan supranatural tersebut.
mereka masih primitif. mengapa manusia itu melakukan berbagai cara untuk berkomunikasi dan mencari hubungan-hubungan dengan kekuatan-kekuatan supranatural tersebut.
7. Sistem Kesenian
Perhatian
ahli antropologi mengenai seni bermula dari penelitian etnografi mengenai
aktivitas kesenian suatu masyarakat tradisional. Deskripsi yang dikumpulkan
dalam penelitian tersebut berisi mengenai benda-benda atau artefak yang memuat
unsur seni, seperti patung, ukiran, dan hiasan.
Berdasarkan
jenisnya, seni rupa terdiri atas seni patung, seni relief, seni ukir, seni
lukis, dan seni rias. Seni musik terdiri atas seni vokal dan instrumental,
sedangkan seni sastra terdiri atas prosa dan puisi.
4. Wujud Kebudayaan
Pendapat umum
mengatakan ada dua wujud kebudayaan. Pertama, kebudayaan bendaniah (material)
yang memiliki ciri dapat dilihat, diraba, dan dirasa sehingga lebih konkret
atau mudah dipahami. Kedua, kebudayaan rohaniah (spiritual) yang memiliki ciri
dapat dirasa saja. Oleh karena itu, kebudayaan rohaniah bersifat lebih abstrak
dan lebih sulit dipahami.
Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan
dibedakan menjadi tiga : gagasan, aktivitas, dan artefak (benda).
1. Kompleks gagasan (wujud ideal)
Kompleks gagasan ini mencakup kebudayaan
yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan,
dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh.
2. Aktivitas (tindakan)
Aktivitas adalah wujud kebudayaan
sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini
sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari
aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta
bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat
tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat
diamati dan didokumentasikan.
3. Artefak (karya)
Artefak adalah wujud
kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua
manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba,
dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud
kebudayaan bisa juga disebut dengan kebudayaan fisik, mulai dari benda yang
diam samapai yang bergerak.
5. Orientasi Nilai Budaya
Menurut
C. Klukhohn dalam karyanya Variations in Value Orientation (1961) sistem nilai
budaya secara universal terdapat 5 masalah pokok kehidupan manusia, yaitu :
1. Hakekat Hidup Manusia (MH)
Hakekat hidup untuk
setiap kebudayaan berbeda; ada yang berusaha untuk “memadamkan hidup”, ada juga
yang berusaha untuk “mengisi hidup” yang dengan pola-pola tertentu menganggap
hidup sebagai hal yang baik.
2. Hakekat Karya Manusia (MK)
Dalam hal ini, ada yang
berpandangan bahwa karya untuk bertujuan untuk hidup, karya memberikan
kedudukan atau kehormatan, karya merupakan gerak hidup untuk menambah karya
lagi.
3. Hakekat Waktu Manusia (WM)
Hakekat waktu untuk
setiap kebudayaan berbeda; ada yang lebih mementingkan orientasi masa lampau,
ada pula yang berpandangan untuk masa kini atau masa depan.
4. Hakekat Alam Manusia (MA)
Ada kebudayaan yang
menganggap manusia harus mengeksploitasi alam atau memanfaatkan alam semaksimal
mungkin, ada juga yang beranggapan manusia harus harmonis dan selaras dengan
alam dan manusia harus menyerah kepada alam.
5. Hakekat Hubungan Manusia (MN)
Dalam hal ini ada yang
mementingkan hubungan manusia dengan manusia, baik secara horizontal (sesamanya)
maupun vertikal (orientasi kepada tokoh-tokoh). Ada pula yang berpandangan
individualistis (menilai tinggi kekuatan sendiri)
6. Perubahan Kebudayaan
Masyarakat dan
kebudayaan di mana pun selalu dalam keadaan berubah, ada dua sebab perubahan:
1. Sebab yang berasal dari masyarakat dan lingkungannya sendiri,misalnya
perubahan jumlah dan komposisi
Sebab perubahan lingkungan alam dan
fisik tempat mereka hidup. Masyarakat yang hidupnya terbuka, yang berada dalam
jalur-jalur hubungan dengan masyarakat dan kebudayaan lain, cenderung untuk
berubah secara lebih cepat.
2. Adanya difusi kebudayaan, penemuan-penemuan baru, khususnya teknologi dan
inovasi.
Dalam masyarakat maju, perubahan
kebudayaan biasanya terjadi melalui penemuan (discovery) dalam bentuk ciptaan
baru (inovatiori) dan melalui proses difusi.
Ada empat bentuk
peristiwa perubahan kebudayaan. Pertama, cultural lag, yaitu perbedaan antara
taraf kemajuan berbagai bagian dalam kebudayaan suatu masyarakat.
Kedua, cultural survival,
yaitu suatu konsep untuk meng-gambarkan suatu praktik yang telah kehilangan
fungsi pentingnya seratus persen, yang tetap hidup, dan berlaku semata-mata
hanya di atas landasan adat-istiadat semata-mata.
Ketiga, pertentangan
kebudayaan (cultural conflict), yaitu proses pertentangan antara budaya yang
satu dengan budaya yang lain. Konflik budaya terjadi akibat terjadinya
perbedaan kepercayaan atau keyakinan antara anggota kebudayaan yang satu dengan
yang lainnya.
Keempat, guncangan
kebudayaan (cultural shock), yaitu proses guncangan kebudayaan sebagai akibat
terjadinya perpindahan secara tiba-tiba dari satu kebudayaan ke kebudayaan
lainnya. Ada empat tahap yang membentuk siklus cultural shock, yaitu: (1) tahap
inkubasi, yaitu tahap pengenalan terhadap budaya baru, (2) tahap kritis,
ditandai dengan suatu perasaan dendam; pada saat ini terjadi korban cultural
shock, (3) tahap kesembuhan, yaitu proses melampaui tahap kedua, hidup dengan
damai, dan (4) tahap penyesuaian diri; pada saat ini orang sudah membanggakan
sesuatu yang dilihat dan dirasakan dalam kondisi yang baru itu; sementara itu
rasa cemas dalam dirinya sudah berlalu.
C. KAITAN MANUSIA DENGAN KEBUDAYAAN
Manusia dan kebudayaan
merupakan salah satu ikatan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini.
Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan
mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun. Budaya tercipta dari
kegiatan sehari hari dan juga dari kejadian – kejadian yang sudah diatur oleh
Yang Maha Kuasa.
Kebudayaan berasal
dari kata budaya yang berarti hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal
manusia
Secara sederhana
hubungan antara manusia dengan kebudayaan ketika manusia sebagai perilaku
kebudayaan,dan kebudayaan tersebut merupakan objek yang dilaksanakan
sehari-hari oleh manusia
Di dunia sosiologi
manusia dengan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya walaupun
keduanya berbeda tetapi merupakan satu kesatuan yang butuh, ketika manusia
menciptakan kebudayaan, dan kebudayaan itu tercipta oleh manusia.Contoh-contoh
hubungan manusia dengan kebudayaan:
1. Kebudayaan-kebudayaan khusus atas dasar faktor kedaerahan
Contoh: Adat-istiadat melamar di Lampung
dan Minangkabau. Di Minangkabau biasanya pihak permpuan yang melamar sedangkan
di Lampung, pihak laki-laki yang melamar.
2. Cara hidup di kota dan di desa yang berbeda
Contoh: Perbedaan anak yang dibesarkan
di kota dengan seorang anak yang dibesarkan di desa. Anak kota bersikap lebih
terbuka dan berani untuk menonjolkan diri di antara teman-temannya sedangkan
seorang anak desa lebih mempunyai sikap percaya pada diri sendiri dan sikap
menilai ( sense of value ).
3. Kebudayaan-kebudayaan khusus kelas sosial
Di masyarakat dapat dijumpai lapisan
sosial yang kita kenal, ada lapisan sosial tinggi, rendah dan menengah.
Misalnya cara berpakaian, etiket, pergaulan, bahasa sehari-hari dan cara
mengisi waktu senggang.
4. Kebudayaan khusus atas dasar agama
Adanya berbagai masalah di dalam satu
agama pun melahirkan kepribadian yang berbeda-beda di kalangan umatnya.
5. Kebudayaan berdasarkan profesi
Misalnya: kepribadian seorang dokter
berbeda dengan kepribadian seorang pengacara dan itu semua berpengaruh pada
suasana kekeluargaan dan cara mereka bergaul. Contoh lain seorang militer
mempunyai kepribadian yang sangat erat hubungan dengan tugas-tugasnya.
Keluarganya juga sudah biasa berpindah tempat tinggal.
D. CONTOH KASUS DAN ANALISA
1. Segi Aktivitas
Banyak sekali kebudayaan berupa adat
istiadat yang berkembang (khususnya) di Indonesia, diantaranya adalah:
· Ngaben (Bali)
Ngaben adalah upacara
pembakaran atau kremasi jenazah umat Hindu Bali. Dalam prosesi Ngaben,
ketika api mulai disulut, perlahan-lahan kobaran api akan membesar dan mulai berkobar
menyulut sosok jenazah. Lama-kelamaan kobaran api mulai menghanguskan jazadnya
yang dipercaya akan melepaskan segala ikatan keduniawian dari orang yang
meninggal itu
Beberapa hari sebelum
upacara Ngaben dilaksanakan, keluarga dari orang yang meninggal dibantu oleh
masyarakat membuat Bade dan Lembu yang sangat megah terbuat dari kayu, kertas
warna-warni dan bahan lainnya. Bade dan Lembu ini merupakan tempat jenazah yang
nantinya dibakar.
· Tabuik (Sumatera Barat)
Berasal dari kata
tabut, dari bahasa Arab yang berarti mengarak, upacara Tabuik merupakan sebuah
tradisi masyarakat di pantai barat, Sumatera Barat, yang diselenggarakan secara
turun menurun. Upacara ini digelar di hari Asura yang jatuh pada tanggal 10
Muharram, dalam kalender Islam.
Pada hari yang telah
ditentukan, sejak pukul 06.00, seluruh peserta dan kelengkapan upacara bersiap
di alun-alun kota.Para pejabat pemerintahan pun turut hadir dalam pelaksanaan
upacara paling kolosal di Sumatera Barat ini.
Satu Tabuik diangkat
oleh para pemikul yang jumlahnya mencapai 40 orang. Di belakang Tabuik,
rombongan orang berbusana tradisional yang membawa alat musik perkusi berupa
aneka gendang, turut mengisi barisan. Sesekali arak-arakan berhenti dan puluhan
orang yang memainkan silat khas Minang mulai beraksi sambil diiringi tetabuhan.
Saat matahari
terbenam, arak-arakan pun berakhir. Kedua Tabuik dibawa ke pantai dan
selanjutnya dilarung ke
· Karapan Sapi (madura)
Awal mula kerapan sapi
dilatar belakangi oleh tanah Madura yang kurang subur untuk lahan pertania,
sebagai gantinya orang-orang orang-orang Madura mengalihkan
matapencaharaiannnya sebagai nelayan untuk daerah pesisir dan beternak sapi
yang sekaligus digunakan untuk bertani khussnya dalam membajak sawah atau
ladang.
2. Segi Karya
Dalam menjalani kehidupannya sehari-hari
manusia juga menciptakan banyak karya yang memuat unsur seni seperti, seni
lukis, seni musik, seni tari, seni hiasan/ukiran, dan masih banyak lagi.
Berikut ini adalah beberapa contoh
kebudayaan berupa karya sastra di Indonesia yang sudah diakui oleh UNESCO:
· Batik Indonesia
Pada dasarnya, batik
merupakan seni lukis yang menggunakan canting sebagai alat untuk melukisnya.
Canting sendiri merupakan sebuah alat berbentuk mangkok kecil yang terbuat dari
tembaga dan memiliki carat atau monong, dengan tangkai dari bambu atau kayu
yang dapat diisimalam (lilin) sebagai bahan untuk melukis. Canting
ini dapat membuat kumpulan garis, titik atau cecek yang pada
akhirnya membentuk pola-pola. Pola-pola inilah yang kemudian menjadi ragam hias
dalam kesenian Batik.
· Wayang
Wayang telah diakui
oleh UNESCO sebagai daftar perwakilan Warisan Budaya Takbenda dari Indonesia
pada tahun 2008. Wayang adalah salah satu seni pertunjukan rakyat yang
masih banyak penggemarnya hingga saat ini. Pertunjukan wayang dimainkan oleh
seorang dalang dengan menggerakkan tokoh-tokoh pewayangan yang dipilih sesuai
dengan cerita yang dibawakan. Cerita-cerita yang dipilih bersumber pada kitab
Mahabarata dan Ramayana yang bernafaskan kebudayaan dan filsafat Hindu, India,
namun telah diserap ke dalam kebudayaan Indonesia. Dalam setiap pegelaran, sang
dalang dibantu para swarawati atau sindhen dan para penabuh gamelan atau
niyaga, sehingga pertunjukan wayang melibatkan banyak orang.
· Tari saman
Saman adalah salah
satu kesenian tradisional yang tumbuh dan berkembang pada masyarakat Gayo di
Kabupaten Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Timur (Kecamatan Serbejadi), Kabupaten
Aceh Tamiang (Tamiang Hulu). Saman merupakan permainan tradisi yang biasa
dilakukan oleh laki laki yang umumnya usia muda untuk mengisi waktu luangnya.
Baik pada saat di sawah, mersah, sepulang mengaji di rumah pun mereka
menyempatkan diri berlatih Saman.
· Angklung
Angklung adalah alat
musik tradisional Indonesia yang terbuat dari bambu dan dibunyikan dengan cara
digoyangkan. Alat musik ini berasal dari Tanah Sunda. Kata Angklung berasal
dari Bahasa Sunda “angkleung-angkleungan”
yaitu gerakan pemain Angklung dan suara “klung” yang dihasilkannya. Secara
etimologis, Angklung berasal dari kata “angka” yang berarti nada dan “lung”
yang berarti pecah. Jadi Angklung merujuk nada yang pecah atau nada yang tidak
lengkap. Setiap angklung akan menghasilkan nada yang berbeda, sehingga setiap penampilan
membutuhkan lebih dari satu angklung. Sedikitnya delapan nada dihasilkan oleh
angklung. Angklung telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda
dari Indonesia pada tahun 2010.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar