gunadarma

gunadarma

Minggu, 23 April 2017

Tulisan Pertemuan ke 2

Nama          : Ivo RianArofa
Kelas          : 3PA15
NPM           : 15514559

Contoh Kasus :
Seorang anak bernama Tuti mencoba mengikuti ujian masuk universitas ternama di luar kota. Tuti sudah belajar setiap hari namun saat adanya pengumuman Tuti dikabarkan tidak keterima masukujian tersebut. Tuti pun merasa frustasi dan membenci dirinya sendiri. Menurut Tuti semua usahanya dan kemampuannya selama ini sia-sia. Dia menjadi malas dan tidak mau ikut ujian di kampus lain dia merasa pasrah dan patah semangat untuk mengikuti ujian lagi.

Disini Tuti sudah memiliki pikiran Irasional bahwa dirinya tidak akan pernah bisa masuk Universitas atau Kampus yang diinginkan. Disini terapis bisa menggunakan terapi dari Relatif emotional therapy yaitu teknik emotif yaitu assertive adaptive yaitu dengan cara melatih, mendorong, dan membiasakan klien untuk secara terus-menerus menyesuaikan dirinya dengan tingkah laku yang diinginkan. Latihan-latihan yang diberikan lebih bersifat pendisiplinan diri klien agar klien tidak malas dan mempunyai semangat untuk belajar kembali dan berusaha masuk universitas kembali. Ada teknik lain juga yang bisa digunakan yaitu dengan teknik behavioristik ini adalah teknik reinforcement teknik ini untuk mendorong klien ke arah tingkah laku yang lebih rasional dan logis dengan jalan memberikan pujian verbal (reward) ataupun hukuman (punishment). teknik ini dimaksudkan untuk membongkar sistem nilai dan keyakinan yang irrasional pada klien dan menggantinya dengan sistem nilai yang positif.


Dengan memberikan reward ataupun punishment, maka klien akan menginternalisasikan sistem nilai yang diharapkan kepadanya. Contoh puji klien saat dia mau belajar dengan baik dan tidak malas dan jangan ragu untuk memberi hukuman agar klien tau kalo membuat salah itu wajar dan dia harus mencoba lagi juga tidak gampang menyerah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar