Deno ( Kel.6 )
Cinta menurut agama budha metta ?
Kata
"cinta" adalah satu kata yang dapat membuat orang (terutama
muda-mudi) yang yang mengucapkan, mendengar dan mengalaminya, akan merasakan
berbagai macam perasaan. Persoalan cinta selalu menarik untuk dibahas dan
mungkin "cinta" adalah satu hal yang tak akan pernah habis untuk
dibicarakan. Tak kurang sudah ratusan bahkan ribuan judul roman, novel, lagu,
sinetron, dan film yang mengangkat tema cinta, seperti: Ketika Cinta Harus
Memilih, Cinta Tiada Akhir, Siapa Takut Jatuh Cinta?, dan sebuah film yang
sempat menjadi box office, Ada Apa dengan Cinta (AAdC) dan masih segudang judul
cinta yang selalu laris bak kacang garing. Disebabkan oleh kurangnya pengertian
akan konsep nirwana (Nibbana) sebagai suatu kondisi batin yang bebas dari
nafsu, serakah, benci, dan kebodohan batin, beberapa tahun yang lalu ada
pencipta lagu yang memberi judul karya ciptanya "Nirwana
Cinta."
Agung ( Kel.5 )
Cinta kasih Erotis fisis itu berupa apa ?
Cinta
erotis adalah kehausan akan penyatuan sempurna akan penyatuan dengan yang
lainnya. Keinginan untuk bersatu dan berteman dengan lawan jenis, untuk
menghilangkan sepi atau untuk menenangkan suatu naluri seksual. Cinta kasih
dapat merangsang keinginan untuk bersatu secara seksual. Namun apabila
penyatuan fisis tadi tidak dilandasi oleh cinta kasih maka hanya akan membawa
pada penyatuan yang bersifat pesta pora dan sementara saja. Cinta kasih erotis,
apabila benar-benar sebuah cinta sejati, mempunyai satu pendirian yaitu bahwa
seseorang sungguh-sungguh mencintai dan mengasihi dengan jiwanya yang
sedalam-dalamnya dan menerima pribadi lawan jenisnya. Cinta ini terjadi antara
dua orang anak manusia berlainan jenis, yang ingin menyatukan diri mereka untuk
mengisi kekosongan hidup dan sebagai teman hidup dalam mengarungi bahtera
kehidupan
Diajeng ( Kel.2 )
Bagaimana Cinta Kasih seutuhnya tidak sesaat ?
Manusia dalam
kehidupannya selalu mempunyai rasa cinta, namun rasa cinta ini banyak dari
sebagian orang tidak mendalami akan rasa kasih yang ada dalam cinta itu
sendiri, karena rasa cinta saja belum cukup kalau belum dibarengi dengan rasa
kasih, karena cinta itu sendiri rasa suka terhadap lawan jenis dan rasa ingin
memiliki seutuhnya. Apabila rasa cinta tak dibarengi dengan rasa kasih maka
akan timbul rasa cinta sesaat. Karena kasih itu sendiri memiliki arti cinta
yang mendalam, dalam artian cinta belum pasti kasih, sedangkan kasih sudah
pasti cinta. Rasa suka seseorang inilah yang kita rasakan akan memberikan rasa
cinta kasih.
Cinta adalah makna
yang tersirat dalam hati, sedangkan kasih makna yang tersurat dalam perbuatan,
karena kasih lebih memiliki arti rasa belas kasihan dan rasa ingin melindungi.
Dengan adanya kasih cintapun semakin sempurna. Karena kata cinta dan kasih
tidak bisa dipisahkan. Rasa saling membutuhkan, rasa saling memiliki, dan rasa
saling mengasihi. Semuanya ada pada diri manusia yang memiliki rasa cinta dan
kasih.
Mala ( Kel.4 )
apa itu piya,pema,rati,kama,tanha,ruci,dan sneha ?
apa itu piya,pema,rati,kama,tanha,ruci,dan sneha ?
Agama Buddha tidak Alergi dengan istilah
“cinta.” Terbukti dalam Nikaya Pali, yaitu: Dhammapada ada satu bab yang diberi
judul: Piya Vagga yang berarti kecintaan. Begitu pula dalam Majjhima Nikaya
terdapat sutta yang berjudul Piyajatika Sutta, khotbah tentang orang-orang
tercinta.
Dalam Bahasa Pali juga ditemukan beberapa
istilah cinta, seperti: piya, pema, rati, kama, tanha (jawa trenso), ruci, dan
sneha yang memiliki arti: rasa sayang, kesenangan, cinta kasih sayang,
kesukaan, nafsu indera (birahi), kemelekatan, dsb, yang terjalin antara dua
insan berbeda jenis atau cinta dalam lingkup keluarga.
B. Hakikat Cinta
Cinta adalah sebuah amalan hati yang akan terwujud dalam (amalan) lahiriah. Apabila cinta tersebut sesuai dengan apa yang diridhai Allah, maka ia akan menjadi ibadah. Dan sebaliknya, jika tidak sesuai dengan ridha-Nya maka akan menjadi perbuatan maksiat. Berarti jelas bahwa cinta adalah ibadah hati yang bila keliru menempatkannya akan menjatuhkan kita ke dalam sesuatu yang dimurkai Allah yaitu kesyirikan.
Cinta adalah sebuah amalan hati yang akan terwujud dalam (amalan) lahiriah. Apabila cinta tersebut sesuai dengan apa yang diridhai Allah, maka ia akan menjadi ibadah. Dan sebaliknya, jika tidak sesuai dengan ridha-Nya maka akan menjadi perbuatan maksiat. Berarti jelas bahwa cinta adalah ibadah hati yang bila keliru menempatkannya akan menjatuhkan kita ke dalam sesuatu yang dimurkai Allah yaitu kesyirikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar