gunadarma

gunadarma

Jumat, 23 Januari 2015

Manusia dan Harapan (Kel 10)

A. Pengertian Harapan

        Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan ,berarti manusia itu mati dalam hidup. orang yang akan meninggal sekalipun mepunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya. harapan tersebut tergantung pada pengetahuan ,pengalaman,lingkupan hidup,dan kemampuan masing-masing.Agar harapan terwujud ,maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh .Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi : sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi . Dengan demikian harapan menyangkut masa depan.

B. APA SEBAB MANUSIA MEMPUNYAI HARAPAN?
 Menurut kodratnya manusia itu adalah makhluk sosial. Seriap lahir ke dunia langsung disambut dalam suatu pergaulan hidup,yakni ditengah suatu keluarga atau anggota masyarakat lainnya. Ada dua hal yang mendorong orang bergaul dengan manusia lain,yakni dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup. Dorongan kodrat . Kodrat ialah sifat,keadaan, atau pembawa alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh tuhan. Budi ialah akal ,kemampuan untuk memilih.Dengan budinya manusia dapat mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk mana yang benar dan mana yang salah ,dan dengan kehendaknya manusia dapat memilih.Dengan kodrat ini maka manusia mempunyai harapan.

C. Sebab Manusia Mempunyai Harapan?
1. Dorongan Kodrat \
2. Dorongan kebutuhan hidup

D. Pengertian Doa
           Menurut kami Doa adalah sebuah tempat untuk meminta,bersyukur, berkomunikasi kepada Tuhan Yang Maha Esa .Dalam berdoa kita memiliki hak istimewa untuk berbicara, memohon ,kepada yang maha kuasa.

E. Kepercayaan 
       Kepercayaan berasal dari kata percaya ,artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran.

F. Kepercayaan Dan Usaha Untuk Meningkatkannya.
       Menurut pandangan dalam bidang logika kebenaran memiliki pengertian yang tidak jauh berbeda yaitu menyesuaikan kesamaan pemahaman antara keputusan dengan objek yang diketahui dengan benar-benar terbukti (kebenaran logis) .Kebenaran logis disebut juga kebenaran objektif dan kebenaran etis juga disebut kebenaran subjektif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar