gunadarma

gunadarma

Kamis, 19 Maret 2015

Tugas Pertemuan 1 (Kreatifitas dan Keterbakatan)



 I.      PENGERTIAN KREATIVITAS


1.      Kreativitas sebagai Proses
-          Kreativitas adalah suatu proses yang menghasilkan sesuatu yang baru,    apakah suatu gagasan atau suatu objek dalam suatu bentuk atau susunan yang baru (Hurlock 1978)
-          Proses kreatif sebagai “ munculnya dalam tindakan suatu produk baru yang tumbuh dari keunikan individu di satu pihak, dan dari kejadian, orang-orang, dan keadaan hidupnya dilain pihak” (Rogers, 1982)
Penekanan pada :  - aspek baru dari produk kreatif yang dihasilkan
- aspek interaksi antara individu dan lingkungannya / kebudayaannya         
-          Kreativitas adalah suatu proses upaya manusia atau bangsa untuk membangun dirinya dalam berbagai aspek kehidupannya. Tujuan pembangunan diri itu ialah untuk menikmati kualitas kehidupan yang semakin baik (Alvian, 1983)
-          Kretaivitas adalah suatu proses yang tercermin dalam kelancaran, kelenturan (fleksibilitas) dan originalitas dalam berfiir (Utami Munandar, 1977).
-          Guilford (1986) menekankan perbedaan berfikir divergen ( disebut juga berfikir  kreatif) dan berfikir konvergen.
Berfikir Divergen :  bentuk pemikiran terbuka, yang menjajagi macam-macam kemungkinan jawaban terhadap suatu persoalan/ masalah.
Berfikir Konvergen:  sebaliknya berfokus pada tercapainya satu jawaban yang paling tepat terhadap suatu persoalan atau masalah
Dalam pendidikan formal             pada umumnya menekankan berfikir konvergen dan kurang memikirkan berfikir divergen.
Torrance (1979) menekankan adanya ketekunan, keuletan, kerja keras, jadi jangan tergantung timbulnya inspirasi

2.      Kreativitas sebagai Produk
-          Kretaivitas sebagai kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang baru (1965).
-          Kecuali unsur baru, juga terkandung peran faktor lingkungan dan waktu (masa). Produk baru dapat disebut karya kreatif jika mendapatkan pengakuan (penghargaan) oleh masyarakat pada waktu tertentu (Stein, 1963). Namun menurut ahli lain pertama-tama bukan suatu karya kreatif bermakna bagi umum, tetapi terutama bagi si pencipta sendiri.
-          Kreativitas atau daya kreasi itu dalam masyarakat yang progresif dihargai sedemikian tingginya dan dianggap begitu penting sehinnga untuk memupuk dan mengembangkannya dibentuk laboratorium atau bengkel-bengkel  khusus tang tersedia tempat, waktu dan fasilitas yang diperlukan (Selo Sumardjan 1983).
Beliau mengingatkan pentingnya bagian Desain dan Penelitian dan Pengembangan sebagai bagian yang vital dari suatu industri

3.      Kreativitas ditinjau dari segi Pribadi
-          Kreatifitas merupakan ungkapan unik dari seluruh pribadi sebagai hasil interaksi individu, perasaan, sikap dan perilakunya.
-          Kreatifitas mulai dengan kemampuan individu untuk menciptakan sesuatu yang baru. Biasanya seorang individu yang kreatif memiliki sifat yang mandiri. Ia tidak merasa terikat pada nilai-nilai dan norma-norma umum yang berlaku dalam bidang keahliannya. Ia memiliki system nilai dan system apresiasi hidup sendiri yang mungkin tidak sama yang dianut oleh masyarakat ramai.
Dengan perkataan lain:
“Kreativitas merupakan sifat pribadi seorang individu (dan bukan merupakan sifat  social yang dihayati oleh masyarakat) yang tercermin dari kemampuannya untuk menciptakan sesuatu yang baru (Selo Soemardjan 1983)

4.      Faktor-faktor Pendorong Kreativitas
Setiap orang memiliki potensi kreatif dalam derajat yang berbeda-beda dan dalam bidang yang berbeda-beda. Potensi ini perlu dipupuk sejak dini agar dapat diwujudkan. Untuk itu diperlukan kekuatan-kekuatan pendorong, baik dari luar (lingkungan) maupun dari dalam individu sendiri.
Perlu diciptakan kondisi lingkungan yang dapat memupuk daya kreatif individu, dalam hal ini mencakup baik dari lingkungan dalam arti sempit (keluarga, sekolah) maupun dalam arti kata luas (masyarakat, kebudayaan). Timbul dan tumbuhnya kreativitas dan selanjutnya berkembangnya suatu kresi yang diciptakan oleh seseorang individu tidak dapat luput dari pengaruh kebudayaan serta pengaruh masyarakat tempat individu itu hidup dan bekerja (Selo Soemardjan 1983)
Tetapi ini tidak cukup, masyarakat dapat manyediakan berbagai kemudahan, sarana dan prasarana untuk menumbuhkan daya cipta anggotanya, tetapi akhirnya semua kembali pada bagaimana individu itu sendiri, sejauh mana ia merasakan kebutuhan dan d orongan untuk bersibuk diri secara kretif, suatu pengikatan untuk melibatkan diri dalam suatu kegiatan lreatif, yang m,ungkin memerlukan waktu lama. Hal ini menyangkut motivasi internal.

5.      Definisi Operasional Kreativitas
Kretivitas merupakan : “Kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan (fleksibilitas), dan originalitas dalam berfikir, serta kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan, memperkayam memperinci( suatu gagasan”.(Munandar SCU, 1077)

6.      Devinisi Kreativitas dari Clark
Clark berdasarkan hasil berbagai penelitian tentang spesialisasi belahan otak, mengemukakan :
“Kretivitas merupakan ekspresi tertinggi keterbakatan dan sifatnya terintegrasikan, yaitu sintesa dari semua fungsi dasar manusia yaitu: berfikir, merasa, menginderakan dan intuisi (basic function of thingking, feelings, sensing and intuiting)” (Jung 1961, Clark 1986).

Pertemuan kedua


II.      TEORI KREATIVITAS


Teori yang melandasi pengembangan kreativitas dapat dibedakan menjadi 3, yaitu:
1.      Teori Psikoanalisis
2.      Teori Humanistik
3.      Teori Cziksentmihalyi

1.      Teori Psikoanalisis
Pribadi kretif dipandang sebagai seorang yang pernah mengalami traumatis, yang dihadapi dengan memunculkan gagasan-gagasan yang disadari dan tidak disadari bercampur menjadi pemecahan inovatif dari trauma.
Teori ini terdiri dari:

a.       Teori Freud
Freud menjelaskan proses kretif dari mekanisme pertahanan (defence mechanism). Freud percaya bahwa meskipun kebanyakan mekanisme pertahanan menghambat tindakan kreatif, mekanisme sublimasi justru merupakan penyebab utama kreativitas karena kebutuhan seksual tidak dapat dipenuhi, maka terjadi sublimasi dan merupakan awal imajinasi.
Macam mekanisme pertahanan:
- Represi                      - regresi
- Konpensasi               - Proyeksi
- Sublimasi                  - Pembentukan reaksi
- Rasionalisasi             - Pemindahan
- Identifikasi               - Kompartementalisasi
- Introjeksi

b.   Teori Ernst Kris
Erns Kris (1900-1957) menekankan bahwa mekanisme pertahanan regresi seiring memunculkan tindakan kreatif.
Orang yang kreatif menurut teori ini adalah mereka yang paling mampu “memanggil” bahan dari alam pikiran tidak sadar.
Seorang yang kreatif tidak mengalami hambatan untuk bias “seperti anak” dalam pemikirannya. Mereka dapat  mempertahankan  “sikap bermain” mengenai masala-masalah serius dalam kehidupannya. Dengan demikian mereka m ampu malihat masalah-masalah dengan cara yang segar dan inovatif, mereka melakukan regresi demi bertahannya ego (Regression in The Survive of The Ego)

c.       Teori Carl Jung
Carl Jung (1875-1967) percaya bahwa alam ketidaksadaran (ketidaksadaran kolektif) memainkan peranan yang amat penting dalam pemunculan kreativitas tingkat tinggi. Dari ketidaksadaran kolektif ini timbil penemuan, teori, seni dan karya-karya baru lainnya.

2.      Teori Humanistik
Teori Humanistik melikat kreativitas sebagai hasil dari kesehatan psikologis tingkat tinggi.
Teori Humanistik meliputi:
a.       Teori Maslow
Abraham Maslow (1908-1970) berpendapat manusia mempunyai naluri-naluri dasar yang menjadi nyata sebagai kebutuhan.
Kebutuhan tersebut adalah:
-          Kebutuhan fisik/biologis
-          Kebutuhan akan rasa aman
-          Kebutuhan akan rasa dimiliki (sense of belonging) dan cinta
-          Kebutuhan akan penghagaan dan harga diri
-          Kebutuhan aktualisasi / perwujudan diri
-          Kebutuhan estetik
Kebutuhan-kebutuhan tersebut mempunyai urutan hierarki. Keempat Kebutuhan pertama disebut kebutuhan “deficiency”. Kedua Kebutuhan berikutnya (aktualisasi diri dan estetik atau transendentasi) disebut kebutuhan “being”. Proses perwujudan diri erat kaitannya dengan kreativitas. Bila  bebas dari neurosis, orang yang mewujudkan dirinya mampu memusatkan dirinya pada yang hakiki. Mereka mencapai “peak experience” saat mendapat kilasan ilham (flash of insight)
b.      Teori Rogers
Carl Rogers (1902-1987) tiga kondisi internal dari pribadi yang kreatif, yaitu:
-          Keterbukaan terhadap pengalaman
-          Kemampuan untuk menilai situasi patokan pribadi seseorang (internal locus of evaluation)
-          Kemampuan untuk bereksperimen, untuk “bermain” dengan konsep-konsep.
Apabila seseorang memiliki ketiga cirri ini maka kesehatan psikologis sangat baik. Orang tersebut diatas akan berfungsi sepenuhnya menghasilkan karya-karya kreatif, dan hidup secara kreatif. Ketiga cirri atau kondisi tersebut uga merupakan dorongan dari dalam (internal press) untuk kreasi.

3.      Teori Cziksentmihalyi
-          Ciri pertama yang memudahkan tumbuhnya kreativitas adalah Predisposisi genetis (genetic predispotition). Contoh seorang yang system sensorisnya peka terhadap warna lebih mudah menjadi pelukis, peka terhadap nada lebih mudah menjadi pemusik.
-          Minat pada usia dini pada ranah tertentu
Minat menyebabkan seseorang terlibat secara mendalam terhadap ranah tertentu, sehingga mencapai kemahiran dan keunggulan kreativitas.
-          Akses terhadap suatu bidang
Adanya sarana dan prasarana serta adanya pembina/mentor dalam bidang yang diminati   sangat membantu pengembangan bakat.
-          Access to a field
Kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dengan teman sejawat + tokoh-tokoh penting dalam bidang yang digeluti, memperoleh informasi yang terakhir, mendapatkan kesempatan bekerja sama dengan pakar-pakar dalam b idang yang diminati sangat penting untuk mendapatkan pengakuan + penghargaan dari orang-orang penting.        
-          Orang-orang kreatif ditandai adanya kemampuan mereka yang luar biasa untuk menyesuaikan diri terhadap hampir setiap situasi dan untuk melakukan apa yang perlu untuk mencapau tujuannya.

4.      Ciri-ciri Kepribadian Kreatif menurut Csikszentmihalyi
Csikszentmihalyi mengemukakan 10 pasang cirri-ciri kepribadian kreatif yang seakan-akan paradoksal tetapi saling terpadu secara dialektis.
a.       Pribadi kreatif mempunyai kekuatan energi fisik yang memungkinkan mereka dapat bekerja berjam-jam dengan konsentrasi penuh, tetapi mereka juga bias tenang dan rileks, tergantung situasinya.
b.      Pribadi kretaif cerdas dan cerdik tetapi pada saat yang sama mereka juga naïf. Mereka nampak memilliki kebijaksanaan (wisdom) tetapi kelihatan seperti anak-anak (child like). Insight mendalam nampak bersamaan dalam ketidakmatangan emosional dan mental. Mampu berfikir konvergen sekaligus divergen.
c.       Ciri paradoksal ketiga berkaitan dengan kombinasi sikap bermain dan disiplin.
d.      Pribadi kreatif dapat berselang-seling antara imajinasi dan fantasi, namun tetap bertumpu pada realitas.
Keduanya diperlukan untuk dapat melepaskan diri dari kekinian tanpa kehilangan sentuhan masa lalu.
e.       Pribadi kreatif menunjukkan kecenderungan baik introversi maupun ekstroversi.
f.       Orang kreatif dapat bersikap rendah diri dan bangga akan karyanya pada saat yang sama
g.      Pribadi kreatif  menunjukkan lecenderungan androgini psikoogis, yaitu mereka dapat melepaskan diri dari stereotip gender (maskulin-feminin)
h.      Orang kreatif cenderung mandiri bahkan suka menentang (passionate) bila menyangkut karya mereka, tetapi juga sangat obyektif dalam penilaian  karya mereka.
i.        Sikap keterbukaan dan sensitivitas orang kreatif sering menderita, jika mendapat banyak kritik dan serangan, tetapi pada saat yang sama ia merasa gembira yang luar biasa.


Pertemuan ketiga


 III.      TEORI-TEORI TENTANG PRESS


Kreativitas agar dapat terwujud diperlukan dorongan dari individu (motivasi intrinsik) maupun dorongan dari lingkungan (motivasi ekstrinsik)

a.       Motivasi Intrinsik dari Kreativitas
Setiap individu memiliki kecenderungan atau dorongan mewujudkan potensinya, mewujudkan dirinya, dorongan berkembang menjadi matang, dorongan mengungkapkan dan mengaktifkan semua kapasitasnya.
Dorongan ini merupakan motivasi primer untuk kreativitas ketika individu membentuk hubungan-hubungan baru denganlingkungannya dalam upaya manjadi dirinya sepenuhnya. (Rogers dan Vernon 1982)

b.      Kondisi eksternal yang mendorong perilaku kreatif
Kretaivitas memang tidak dapat dipaksakan, tetapi harus dimungkinkan untuk tumbuh, bibit unggul memerlukan kokdisi yang memupuk dan memungkinkan bibit itu mengembangkan sendiri potensinya.
Bagaimana cara menciptakan lingkungan eksternal yang dapat memupuk dorongan dalam diri anak (internal) untuk mengembangkan kreativitasnya?
Menurut pengalaman Carl Rogers dalam psikoterapi adalah dengan menciptakan kondisi keamanan dan kebebasan psikologis.

1.      Keamanan psikologis
Ini dapat terbentuk dengan 3 proses yang saling berhubungan:
a.    Menerima individu sebagaimana adanya dengan segala kelabihan dan keterbatasannya.
b.      Mengusahakan suasana  yang didalamnya evaluasi eksternal tidak ada / tidak mengandung efek mengancam. Evaluasi selalu mengandung efek mengancam yang menimbulkan kebutuhan akan pertahanan ego.
c.          Memberikan pengertian secara empatis
Dapat menghayati perasaan-perasaan anak, pemikiran-pemikirannya, dapat melihat dari sudut pandang anak dan dapat menenrimanya, dapat memberikan rasa aman.

2.      Kebebasan psikologis
Apabila guru mengijinkan atau memberi kebebasan kepada anak untuk mengekspresikan secara simbolis (melalui sajak atau gambar) pikiran atau perasaannya. Ini berarti mmebrei kebebasan dalam berfikir atau merasa apa yang ada dalam dirinya.

IV. TEORI TENTANG PROSES KREATIF


Wallas dalam bukunya “The Art of Thought” menyatakan bahwa proses kreatif meliputi 4 tahap :
1.      Tahap Persiapan, memperisapkan diri untuk memecahkan masalah dengan mengumpulkan data/ informasi, mempelajari pola berpikir dari orang lain, bertanya kepada orang lain.
  1. Tahap Inkubasi, pada tahap ini pengumpulan informasi dihentikan, individu melepaskan diri untuk sementara masalah tersebut. Ia tidak memikirkan masalah tersebut secara sadar, tetapi “mengeramkannya’ dalam alam pra sadar.
  2. Tahap Iluminasi, tahap ini merupakan tahap timbulnya “insight” atau “Aha Erlebnis”, saat timbulnya inspirasi atau gagasan baru.
  3. Tahap Verifikasi, tahap ini merupakan tahap pengujian ide atau kreasi baru tersebut terhapad realitas. Disini diperlukan pemikiran kritis dan konvergen. Proses divergensi (pemikiran kreatif) harus diikuti proses konvergensi (pemikiran kritis).

V. TEORI TENTANG BELAHAN OTAK KANAN KIRI


Sejak anak lahir, gerakannya belum berdifensiasi, selanjutnya baru berkembang menjadi pola dengan kecenderungan kiri atau kanan. Hampir setiap orang mempunyai sisi yang dominan. Pada umunya orang lebih biasa menggunakan tangan kanan (dominasi belahan otak kiri), tetapi ada sebagian orang kidal (dominan otak kanan). Terdapat “dichotomia” yang membagi fungsi mentala menjadi fungsi belahan otak kanan dan belahan otak kiri.
Teori ini walaupun didukung data empiris, namun masih memerlukan pengkajian lebih lanjut (Dacey, 1989 : Piirto 1992).

 

DIKOTOMI FUNGSI MENTAL

Belahan Otak Kiri
Belahan Otak Kanan
Intelek
Intuisi
Konvergen
Divergen
Intelektual
Emosional
Rasional
Metaforik, intuitif
Verbal
Non Verbal
Horizontal
Vertikal
Konkret
Abstrak
Realistis
Impulsif
Diarahkan
Bebas
Diferensial
Eksistensial
Sekuensial
Multipel
Historikal
Tanpa Batas Waktu
Analitis
Sintesis, Holitik
Eksplisit
Implisit
Objektif
Subjektif
Suksesif
Simultan
Sumber : Springer, S.P dan Deutsch, 1981

VI. TEORI TENTANG PRODUK KREATIF

Pada pribadi yang kreatif, bila memiliki kondisi pribadi dan lingkungan yang memberi peluang bersibuk diri secara kreatif (proses), maka dapat diprediksikan bahwa produk kreatifnya akan muncul.
  1. Cropley (1994) menunjukkan hubungan antara tahap-tahap proses kreatif dari Wallas (persiapan, inkubasi, iluminasi, verifikasi) dan produk yang psikologis yang berinteraksi : hasil berpikir konvergen ® memperoleh pengetahuan dan ketrampilan, jika dihadapkan dengan situasi yang menuntut tindakan yaitu pemecahan masalah ® individu menggabungkan unsur-unsur mental sampai timbul “ konfigurasi”. Konfigurasi dapat berupa gagasan, model, tindakan cara menyusun kata, melodi atau bentuk.
Pemikir divergen (kreatif) mampu menggabungkan unsur-unsur mental dengan cara-cara yang tidak lazim atau tidak diduga. Konstruksi konfigurasi tersebut tidak hanya memerlukan berpikir konvergen dan divergen saja, tetapi juga motivasi, karakteristik pribadi yang sesuai (misalnya keterbukaan terhadap pembaruan unsur-unsur sosial, ketrampilan komunikasi). Proses ini disertai perasaan atau emosi yang dapat menunjang atau menghambat.
  1. Model dari Besemer dan Treffirger
Besemer dan Treffirger menyarankan produk kreatif digolongkan menjadi 3 kategori :
    1. kebaruan (novelty)
    2. pemecahan (resolution)
    3. keterperincian (elaboration) dan sintesis
Model ini disebut “Creative Product analiysis Matrix” (CPAM).
a.       Kebaruan : sejauh mana produk itu baru, dalam hal jumlah dan luas proses yang baru, teknik baru, bahan baru, konsep baru, produk kreatif dimasa depan.
Produk itu orisinal : sangat langka diantara produk yang dibuat orang dengan pengalaman dan pelatihan yang sama, juga menimbulkan kejutan (suprising) dan juga germinal (dapat menimbulkan gagasan produk orisinal lainnya).
b.      Pemecahan (resolution) : menyangkut derajat sejauh mana produk itu memenuhi kebutuhan untuk mengatasi masalah.
Ada 3 kriteria dalam dimensi ini :
-          produk harus bermakna
-          produk harus logis
-          produk harus berguna (dapat diterapkan secara praktis).
c.       Elaborasi dan sintesis : dimensi ini merujuk pada derajat sejauh mana produk itu menggabungkan unsur-unsur yang tidak sama / serupa menjadi keseluruhan yang canggih dan koheren.
Ada 5 kriteria untuk dimensi ini :
-          produk itu harus organis (mempunyai arti inti dalam penyusunan produk)
-          elegan, yaitu canggih (mempunyai nilai lebih dari yang tampak)
-          kompleks, yaitu berbagai unsur digabung pada satu tingkat atau lebih
-          dapat dipahami (tampil secara jelas)
-          menunjukan ketrampilan atau keahlian
Produk itu tidak perlu menonjol dalam semua kriteria. Sebagai contoh tabel dibawah ini yaitu Penilaian Dacey (1989) terhadap tingkat kreativitas penemuan Graham Bell tentang penemuan pesawat telepon.

Penilaian kriteria Terhadap Penemuan Pesawat Telepon
Oleh Graham Bell
Kriteria
Tingkat
- Orisinal
- Tinggi
- Kejutan
- Tinggi
- Germinal
- Tinggi
- Bermakna
- Tinggi
- Logis
- Tinggi
- Berguna
- Tinggi
- Organis
- Tinggi
- Elegan
- Rendah
- Majemuk
- Rata-rata
- Dapat dipahami
- Tinggi
- Ketrampilan
- Rendah
Sumber : JS Dacey. 1989. Fundamental Of Creative
Thinking. New York. Lexington Books. 157
Besemer dan Treffirger mengemukakan masalah dalam penerapan modelnya.
1.      Bila kriteria “kegunaan” diterapkan secara ketat, kebanyakan karya seni tidak memenuhi persyaratan ini.
2.      Masalah kedua menyangkut dimensi “kebaruan
Pertanyaan adalah apakah produk itu harus baru untuk seluruh masyarakat atau hanya bagi si pencipta. Jika diterapkan pada anak, kemungkinan besar tidak ada karya yang dapat dinilai kreatif. Namun kebanyakan apakar sependapat bahwa “kebaruan” harus dipertimbangkan dari sudut pengalaman si pencipta. Contoh lukisan anak, jika dinilai dari kriteria orang dewasa, mungkin tidak termasuk kreatif.
3.      Model Penilaian Kreativitas Dalam Mengarang
Kita sering kesulitan menilai karya tulis siswa terutama segi kreativitasnya dalam menulis, menggunakan imajinasinya.
Persoalannya bagaimana membantu guru menilai kreativitas siswa dalam mengarang.
4.      Keterperincian (Elaborasi, kekayaan)
1.      Seperti lukisan dalam cara ekspresi: Jika karangannya hidup dan menarik
2.      Emosi : Jika karangan kaya dalam ungkapan perasaan
3.      Empati : Jika secara eksplisit mengungkapkan pendapatnya atau pengalaman pribadi
4.      Unsur pribadi : Jika subjek melibatkan diri dalam kejadian, mengungkapkan pendapatnya atau pengalaman pribadi
5.      Percakapan : menggunakkan kalimat naratif langsung dengan menggunakkan tanda kutip. Namun pada anak kecil penggunaan tanda kutip tidak perlu yang penting adalah adanya kata – kata langsung dari pembicara.

Pertemuan kelima


VII. STRATEGI 4P DALAM PENGEMBANGAN KREATIVITAS

Setiap orang pada dasarnya memiliki potensi kreatif dan kemampuan mengungkapkan dirinya secara kreatif dalam bidang dan kadar yang berbeda – beda. Yang penting dalam pendidikan adalah bahwa bakat kreatif dapat dan perlu ditingkatkan dan dikembangkan.

Pengembangan kreatifitas dengan pendekatan 4P

  1. Pribadi,
Kreatifitas adalah ungkapan keunikan individu dalam interaksi dengan lingkungan. Dari pribadi yang unik inilah diharapkan timbul ide – ide baru dan produk – produk yang inovatif.
  1. Pendorong,
Untuk mewujudkan bakat kreatif siswa diperlukan dorongan dan dukungan dari lingkungan (motivasi eksternal) yang berupa apresiasi, dukungan, pemberian penghargaan, pujian, insentif, dan dorongan dari dalam diri siswa sendiri (motivasi internal) untuk menghasilkan sesuatu. Bakat kreatif dapat berkembang dalam lingkungan yang mendukung, tetapi dapat pula dihambat dalam lingkungan yang tidak mendukung. Banyak orang tua yang kurang menghargai kegiatan kreatif anak mereka dan lebih memprioritaskan pencapaian prestasi akademik yang tinggi dan memperoleh rangking tinggi dalam kelasnya. Demikian pula guru meskipun menyadari pentingnya perkembangan kreatifitas tetapi dengan kurikulum yang ketat dan kelas dengan jumlah murid yang banyak maka tidak ada waktu bagi pengembangan kreativitas.
  1. Proses,
Untuk mengembangkan kreativitas siswa, ia perlu diberi kesempatan untuk bersibuk secara aktif. Pendidik hendaknya dapat merangsang siswa untuk melibatkan dirinya dalam berbagai kegiatan kreatif. Untuk itu yang penting adalah memberi kebebasan kepada siswa untuk mengekspresikan dirinya secara kreatif. Pertama – tama yang perlu adalah proses bersibuk diri secara kreatif tanpa perlu selalu atau terlalu cepat menuntut dihasilkan produk kreatif yang bermakna.
  1. Produk,
Kondisi yang memungkinkan seseorang menciptakan produk kreatif yang bermakna adalah kondisi pribadi dan lingkungan yaitu sejauh mana keduanya mendorong seseorang untuk melibatkan dirinya dalam proses (Kesibukan , kegiatan) kreatif. Yang tidak boleh dilupakan adalah bahwa pendidik menghargai produk kreatifitas anak dan mengkomunikasikannya kepada yang lain, misalnya dengan mempertunjukkan atau memamerkan hasil karya anak. Ini akan lebih menggugah minat anak untuk berkreasi.


VIII. STRATEGI 4P UNTUK PENELITIAN TENTANG KREATIVITAS

Pendekatan 4P dari kreativitas dapat digunakkan sebagai landasan kerangka kerja konseptual dan strategi untuk melakukan penelitian tentang kreativitas.
Pertama :    Kreativitas ditinjau dari 4 perspektif;pribadi,pendorong,proses dan
                   produk.
                   â Merupakan dimensi pertama
Kedua :      Ditinjau dari aspek siapa,apa,dimana,bilamana,mengapa dan bagaimana
                   (Who,what,where,why,how)
                   â Dimensi kedua
Dengan 4P sebagai dimensi pertama dan 5W + 1 H sebagai dimensi kedua,diperoleh diagram sebagai berikut;

Prof. Dr Utami Munandar telah menyusun skema penilaian kemampuan menulis kreatif siswa SD,SMP yang meliputi 4 kriteria berpikir kreatif: kelancaran, kelenturan,keaslian (orisinalitas0 dan keterperincian (elaborasi). Setiap kriteria ada 5 komponen sehingga seluruhnya ada 20 butir yang dinilai. Setiap butir yang memenuhi syarat diberi skor 1 sehingga seluruh skor = 20.

Contoh : Siswa diminta untuk menulis karangan dengan memilih satu dari 3 topik yaitu;
- Tiga keinginan
- Jika saya menang 75.000.000,- dalam undian
- Pengalaman yang luar biasa

Penilaian :
1.            Kelancaran
                   *       Sangat lancar (Skor 5)            *       Kurang (Skor 2)
                   *       Cukup lancar (Skor 4)            *        Tidak lancar (Skor 1)
                   *       Lancar (Skor3)
2.            Kelenturan, meliputi kelenturan dalam struktur kalimat dan kelenturan dalam isi atau gagasan.
a.   Kelenturan dalam struktur kalimat
1.      Keragaman dalam bentuk kalimat: sederhana,gabungan dan    kompleks
2.      Keragaman dalam penggunaan kalimat: deklaratif,interogatif,             eksklamatoris
3.      Keragaman dalam panjang kalimat: kalimat singkat (kurang dari 5 kata), kalimat panjang (lebih dari 10 kata)
b.      Kelenturan dalam konten atau gagasan
1.      imajinasi : menunjukkan imajinasi kaya atau kurang
2.      fantasi : memiliki daya khayal yang tinggi atau tidak
3.      Keaslian (orisinalitas)
1.      Orisinalitas dalam tema, baru/tidak lazim digunakkan atau tidak
2.      Orisinalitas dalam pemecahan atau akhir cerita, akhir cerita tidak diduga/menimbulkan kejutan.
3.      Humor: karangan membuat orang tertawa atau tidak
4.      Menggunakkan kata atau nama baru yang diciptakan sendiri
5.      Orisinalitas dalam gaya penulisan


Who
What
How
Why
When
Where
Person






Press






Process






Product






Sumber : Munandar SCU, 1999, kreativitas & keterbakatan strategi mewujudkan potensi kreatif dan bakat

Dimensi Ketiga : Menunjukkan peranan dari 3 lingkungan pendidikan: Keluarga, sekolah, masyarakat dalam meningkatkan potensi kreatif individu.

Model 3 dimensi ini dapat digunakkan sebagai pendekatan atau strategi dalam melakukan studi yang berkaitan dengan kreativitas.





Diagram sebagai berikut;
Sumber : Munandar SCU dan Conny Semiawan. 1988. Approaches to Enhance Children’s Creativity in Indonesia. Jakarta. PDII.LIPI dan Yayasan Pengembangan Kreativitas.

Ilustrasi dari model untuk pengembangan dan penelitian tentang kreativitas
Dimensi 1 : Keempat aspek yang saling berkaitan dari kreativitas : Pribadi,pendorong,
               proses,produk. Kita pilih dimensi pribadi.
Dimensi 2 : Pertanyaan yang perlu diajukan peneliti misalnya;
1.      Siapa pribadi kreatif yang ingin diteliti ?, umur berapa ?, perempuan ?, laki –laki?
  1. Apa karakteristik kreativitas mereka? Kognitif, afektif, sosial, psikomotorik
  2. Bagaimanapun mereka dapat ditemukenali (potensi kreatif mereka) Ukuran test apa yang dapat digunakkan ?
4.      Mengapa mereka melakukan? Apa yang mereka lakukan (alasan)? Apa yang mendorong mereka untuk mencipta ?
5.      Bilamana menyangkut waktu, usia atau tingkat perkembangan? Pada usia berapa anak paling kreatif? Dapat dilakukan penelitian perbandingan atau perkembangan, misalnya bagaimana kreativitas anak usia prasekolah bila dibandingkan dengan anak SD?
  1. Dimana merujuk pada penelitian : Tempat,lokasi atau subkultur yang berbeda, misalnya studi tentang kreativitas di daerah perkotaan dan pedesaan.
Dimensi 3: studi dapat dilakukan dalam lingkungan :
  1. Keluarga : Saudara sekandung, anak tertua, anak bungsu atau anak tunggal dalam kaitan potensi kreatif mereka ?
  2. Sekolah : Murid prasekolah, SD, SMP, Sekolah Negri, atau swasta
  3. Masyarakat : penelitian anak dari berbagai subkultur dari tingkat sosial – ekonomi, rendah atau tinggi dan sebagainya?

Referensi : DRS.A.M.HERU BASUKI MPsi

Jumat, 23 Januari 2015

Manusia dan Harapan (Kel 10)

A. Pengertian Harapan

        Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan ,berarti manusia itu mati dalam hidup. orang yang akan meninggal sekalipun mepunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya. harapan tersebut tergantung pada pengetahuan ,pengalaman,lingkupan hidup,dan kemampuan masing-masing.Agar harapan terwujud ,maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh .Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi : sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi . Dengan demikian harapan menyangkut masa depan.

B. APA SEBAB MANUSIA MEMPUNYAI HARAPAN?
 Menurut kodratnya manusia itu adalah makhluk sosial. Seriap lahir ke dunia langsung disambut dalam suatu pergaulan hidup,yakni ditengah suatu keluarga atau anggota masyarakat lainnya. Ada dua hal yang mendorong orang bergaul dengan manusia lain,yakni dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup. Dorongan kodrat . Kodrat ialah sifat,keadaan, atau pembawa alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh tuhan. Budi ialah akal ,kemampuan untuk memilih.Dengan budinya manusia dapat mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk mana yang benar dan mana yang salah ,dan dengan kehendaknya manusia dapat memilih.Dengan kodrat ini maka manusia mempunyai harapan.

C. Sebab Manusia Mempunyai Harapan?
1. Dorongan Kodrat \
2. Dorongan kebutuhan hidup

D. Pengertian Doa
           Menurut kami Doa adalah sebuah tempat untuk meminta,bersyukur, berkomunikasi kepada Tuhan Yang Maha Esa .Dalam berdoa kita memiliki hak istimewa untuk berbicara, memohon ,kepada yang maha kuasa.

E. Kepercayaan 
       Kepercayaan berasal dari kata percaya ,artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran.

F. Kepercayaan Dan Usaha Untuk Meningkatkannya.
       Menurut pandangan dalam bidang logika kebenaran memiliki pengertian yang tidak jauh berbeda yaitu menyesuaikan kesamaan pemahaman antara keputusan dengan objek yang diketahui dengan benar-benar terbukti (kebenaran logis) .Kebenaran logis disebut juga kebenaran objektif dan kebenaran etis juga disebut kebenaran subjektif.

manusia dan kegelisahan (kel 9)

A. Kegelisahan

Kegelisahan berasal dari kata gelisah,yang berarti tidak tentram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang,tidak sabar,cemas. Tidak lain dari semua itu adalah reaksi natural psikologis dan phisiologis akibat ketegangan saraf dan kondisi-kondisi kritis atau tidak menyenangkan. Pada masing-masing orang terdapat reaksi yang berbeda dengan yang lain,tergantung faktor-faktornya,dan itu wajar. Kegelisahannya merupakan salah satun ekspresi kecemasan. Karena itu dalam pengertian sehari-hari kegelisahan juga diartikan kecemasan,kekhawatiran ataupun ketakutan.

Macam-macam kegelisahan :


1.Kegelisahan negatif

kegelisahan yang berlebih-lebihan  / yang melewati batas. Seperti kegelisahan dalam menanti-nanti sesuatu yang tidak jelas atau tidak ada.

2.Kegelisahan positifi
kegelisahan dalam arti yang baik digunakkan sebagai kesadaran yang dapat menjadi sprit dalam memecahkan banyak permasalahan ,sebagi tanda peringatan,kehati-hatian dan kewaspadaan terhadap bahaya-bahaya atau hal-hal yang datang secara tak terduga.ia juga merupakan kekuatan dalam menghadapi kondisi-kondisi baru dan dapat membantu dalam beradaptasi.

B. Sebab orang gelisah 
gelisah itu timbul karena kita merasa takut tidak bisa mengerjakkan kjewajiban kita sehingga takut pula untuk kehilangan haknya.

C. Usaha-usaha mengatasi kegelisahan
Pertama-tama yaitu kita harus bersikap tenang b.
kedua, cara terbaik menyelesaikan masalah adalah dengan mencari akar masalah.
ketiga, bisa dengan jalan inropeksi
keempat, konsultasi
kelima,berpikir logis
keenam, berserah diri kepada Tuhan

D. Keterasingan
keterasingan berasal dari kata terasing,dan kata itu adalah dari kata dasar asing. Kata asing berarti sendiri ,tidak dikenal, sehingga kata terasing berarti ,tersisihkan dari pergaulan ,terpisahkan dari yang lain ataupun terpencil.Jadi kata terasing berarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan ,terpencil atau terpisah dari yang lain.


@ Keterasingan disebabkan oleh dua faktor ,yaitu :
- Faktor intern, faktor yang berasal dari dalam diri sendiri seperti merasa berbeda dengan orang lain,rendah diri dan bersikap apatis dengan lingkungan.
- Faktor ekstern,yaitu faktor yang berasal dari luar diri.faktor ini pun biasanya bersumber pada faktor yang pertama.

E. Kesepian 
Definisi umum dari kesepian adalah "sendirian", tidak ada yang menemani (alone). Sebenarnya ,kesepian bukan sekedar kondisi "sendiri" ,tapin lebih condong ke 'rasa' . Jadi kesepian (loneliness) itu berbeda dengan kesendirian (being alone)

@ Dampak kesepian
Beberapa studi menunjukkan adanya kaitan antara kesepian dan isolasi dari kehidupan sosial dengan beragam macam penyakit fisik,kanker ,penyakit jantung, peradaban hingga gangguan daya tahan tubuh. Kesepian membuat level cortisol dan tekanan darah menjadi kacau dan reaksi berlebihan yang menimbulkan stress..

1. Tingkatkan rasa percaya diri.
2. Bergabung dengan beberapa kegiatan dan komunitas.
3. Bertemab dengan orang yang punya sikap dan menganut nilai yang sejalan dengan anda.
4.belajar untuk lebih banyak mendengarkan dari pada berbicara.
5.keluarlah dari kamar dan lakukan kegiatan diruang publik meskipun tidak ada teman yang bisa menemani saat itu.
6. kadang kala kita merasa rindu bukan dengan orangnya saja tapi juga dengan kegiatan yang dilakukan bersama orang tersebut.
7. miliki binatang peliharaan
8. sediakan waktu untuk keluarga
9.pergunakan waktu luang anda untuk mempelajari keahlian baru.

F. Ketidakpastian
Ketidakpastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu.

@ Sebab-sebab terjadi ketidakpastian

1. Obsesi
2. Phobia
3 kompulasi.
4.Histeria
5. Delusi
6. Halusinasi
7. Keadaan Emosi
































Manusia Dan Tanggung Jawab ( Kel. 8 )

Pengertian Tanggung Jawab.
Tanggung jawab sendiri menurut kamus besar Bahasa Indonesiaadalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatu serta menanggung akibatnya.
sedangkan definisi dari Tanggung Jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang di sengaja maupun tidak di sengaja. Tanggung Jawab timbul karena manusia hidup bermasyarakat dan hidup dalam lingkungan alam. Tanggung jawab sendiri bersifat kodrati artinya sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia.
Tanggung Jawab dapat di lihat dari 2 sisi yaitu dari pihak yang berbuat dan dari sisi kepentingan pihak lain. Dari sisi yang berbuat harus menyadari akibat dari perbuatannya lalu memulihkan dalam keadaan yang baik seperti semula. Dari sisi pihak lain apabila si pembuat tidak mau bertanggung jawab, maka pihak lain lah yang memulihkan dengan baik.
Manusia merasa bertanggung jawab karena menyadari akibat dari perbuatannya dan menyadari bahwa pihak lain memerlukan pengorbanan.

Macam-Macam Tanggung Jawab 
1. Tanggung Jawab Terhadap Diri sendiri.
    Tujuan dari tanggung jawab terhadap diri sendiri adalah memecahkan masalah kemanusiaan mengenai dirinya sendiri.
2. Tanggung Jawab Terhadap Keluarga
     setiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab terhadap keluarganya.
3. Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat.
     Manusia merupakan anggota masyarakat yang mempunyai tanggung jawab untuk melangsungkan hidupnya dalam bermasyarakat.
4. Tanggung Jawab kepada bangsa/ Negara
     Warga negara harus bertanggung jawaab terhadap bangsa dan negaranya.
5. Tanggung Jawab Terhadap Tuhan.
     Tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukuman-hukuman tuhan yang di tuangkan dalam berbagai kitab suci.


Pengabdian Dan Pengorbanan
Wujud tanggung jawab berupa pengabdian dan pengorbanan. 
A. Pengabdian 
  → perbuatan baik berupa pikiran, pendapat sebagaiwujud kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau satu ikatan dan semua di lakukan dengan tulus.
B. Pengorbanan
→ berasal dari kata korban atau kurban yang artinya persemmbahan. sehinggan pengorbanan menyatakan persembahan sehingga pengorbanan berarti pemberian yang menyatakan kebaktian.

Manusia & Pandangan Hidup ( Kel. 7 )

Menurut kamus umum bahasa indonesia susunan W.J.S Poerwadarminta, kata adil berarti tidak berat sebelah atau memihak manapun tidak sewenang-wenang. Sedangkan menurut istilah keadilan adalah  pengakuan dan perlakukan yang seimbang antara hak dan kewajiban.
Keadilan menurut aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia, ada berbagai macam keadilan yaitu :
  1. Keadilan legal atau keadilan moral
  1. Keadilan distributive
  1. Keadilan komutatif
Kecurangan
Kekurangan atau curang identik dengan ketidak jujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar,. Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nuraninya, atau orang itu memang dari hatinya sudah berbuat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan berusaha.
Beberapa faktor yang menimbulkan kecurangan, antara lain :
  1. Faktor ekonomi
  1. Faktor peradaban dan kebudayaan
  1. Teknis
Cara Masyarakat Mengomentari Ketidak adilan
Dalam seni banyak masyarkat indonesia mengomentari soal ketidak adilan hukum melalui karya-karyanya seperti puisi, lagu, film.
  1. Puisi
  1. Film
  1. Lagu
PEMBALASAN
Pembalasan adalah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang. Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapat pembalasan yang bersahabat. Sebaliknya pergaulan yang penuh kecurigaan menimbvulkan balasan yang tidak bersahabat pula. Pada dasarnya, manusia adalah makhluk moral dan makhluk social. Dalam bergaul manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan moral itu. Bila manusia berbuat amoral, lingkungannyalah yang menyebabkanya. Perbuatan amoral pada hakikatnya perbuatan yang melanggar atau memperkosa hak dan kewajiban manusia. Oleh karena itu manusia tidak menghendaki hak dan kewajibannya dilanggar atau diperkosa, maka manusia berusaha mempertahankan hak dan kewajibanya itu. Mempertahakn hak dan kewajiban itu adalah pembalasan.
KESIMPULAN
Keadilan meruapakan pengakuan dan perbuatan yang seimbang antara hak dan kewajiban, tidak semihak sebelah ataupun tidak sewenang-wenang.
Kejujuran berarti apa yang dikatakan seseorang itu sesuai dengan hati nuraninya dan kenyataan yang benar. Kecurangan apa yang dilakukanya tidak sesuai dengan hati nuraninya. Pembalasan suatu reaksi atas perbuatan orang lain, baik berupa perbuatan yang serupa ataupun tidak.
Menurut kamus umum bahasa indonesia susunan W.J.S Poerwadarminta, kata adil berarti tidak berat sebelah atau memihak manapun tidak sewenang-wenang. Sedangkan menurut istilah keadilan adalah  pengakuan dan perlakukan yang seimbang antara hak dan kewajiban.
Keadilan menurut aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia, ada berbagai macam keadilan yaitu :
  1. Keadilan legal atau keadilan moral
  1. Keadilan distributive
  1. Keadilan komutatif
Kecurangan
Kekurangan atau curang identik dengan ketidak jujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar,. Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nuraninya, atau orang itu memang dari hatinya sudah berbuat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan berusaha.
Beberapa faktor yang menimbulkan kecurangan, antara lain :
  1. Faktor ekonomi
  1. Faktor peradaban dan kebudayaan
  1. Teknis
Cara Masyarakat Mengomentari Ketidak adilan
Dalam seni banyak masyarkat indonesia mengomentari soal ketidak adilan hukum melalui karya-karyanya seperti puisi, lagu, film.
  1. Puisi
  1. Film
  1. Lagu
PEMBALASAN
Pembalasan adalah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang. Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapat pembalasan yang bersahabat. Sebaliknya pergaulan yang penuh kecurigaan menimbvulkan balasan yang tidak bersahabat pula. Pada dasarnya, manusia adalah makhluk moral dan makhluk social. Dalam bergaul manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan moral itu. Bila manusia berbuat amoral, lingkungannyalah yang menyebabkanya. Perbuatan amoral pada hakikatnya perbuatan yang melanggar atau memperkosa hak dan kewajiban manusia. Oleh karena itu manusia tidak menghendaki hak dan kewajibannya dilanggar atau diperkosa, maka manusia berusaha mempertahankan hak dan kewajibanya itu. Mempertahakn hak dan kewajiban itu adalah pembalasan.
KESIMPULAN
Keadilan meruapakan pengakuan dan perbuatan yang seimbang antara hak dan kewajiban, tidak semihak sebelah ataupun tidak sewenang-wenang.
Kejujuran berarti apa yang dikatakan seseorang itu sesuai dengan hati nuraninya dan kenyataan yang benar. Kecurangan apa yang dilakukanya tidak sesuai dengan hati nuraninya. Pembalasan suatu reaksi atas perbuatan orang lain, baik berupa perbuatan yang serupa ataupun tidak.

Minggu, 28 Desember 2014

Ringkasan kelompok 5 IBD


Pengertian Penderitaan
            penderitaan berasal dari kata dhra yaitu menahan atau menanggung yang berasal dari bahasa sansekerta. Penderitaan mengandung yang artinya menanggung atau menahan sesuatu yang tidak menyenangkan. Kasus-kasus penderitaan dapat kita temui disetiap sisi kehidupan. Berat ataupun ringannya suatu penderitaan setiap orang berbeda-berda tergantung lika-liku kehidupan orang tersebut. Dibalik penderitaan Tuhan telah menyisipkan seribu kebahagian untuk umatnya. Disetiap penderitaan selalu ada hikmah dibaik itu semua. Jadi kita sebagai manusia harus selalu bersabar dan selalu berdoa memohon kepada Tuhan agar dijauhi dari derita tersebut.

Hubungan Manusia dengan Penderitaan
Faktor-faktor yang mempengaruhi penderitaan itu adalah faktor internal dan faktor eksternal. Eksternal datangnya dari luar diri manusia sedangkan innternal berasal dari dlam diri manusia, faktor eksternal ini dapat dibedakan menjadi atas dua macam yaitu;
eksternal murni dan tidak murni. Eksternal murni adalah penyebab yang benar-benar berasal dari luar diri manusia yang bersangkutan. Penderitaan itu tidak bukan merupakan akibat ulah manusia yang bersangkutan.
A.     Siksaan
Siksaan atau penyiksaan digunakan untuk merujuk pada penciptaan rasa sakit untuk       menghancurkan hati korban.Segala tindakan yang menyebabkan penderitaan fisik maupun psikologis, yang sengaja dilakukan terhadap seseorang dengan tujuan intimidasi,balas dendam, hukuman, sadisme. Siksaan juga dapat dilakukan untuk introgasi untuk mendapatkan pengakuan.
Siksaan bersifat psikis :
Ø  Kebimbangan
Ø  Ketakutan
Ø  Kesepian

Contoh siksaan:
1.      Neraka, tentang neraka kita selalu ingat akan dosa. Juga terbayang di dalam ingatan kita akan siksaan yang amat sangat luar biasa, rasa sakit dan penderitaan yang hebat.
2.      Rasa sakit, adalah rasa yang penderita rasakan akibat penyakit. 


F.  Kekalutan mental
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental adalah gangguan jiwa. Gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah:
·         Nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak nafas, nyeri pada lambung.
·         Nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, dan mudah marah.
Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah:
·         Gangguan kejiawaan nampak pada gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rohani
·         Usaha untuk mempertahankan diri dengan cara yang negative
·         Kekalutan merupakan titik patah dan yang bersangkutan mengalami gangguan
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental:
·         Cara pematangan batin yang salahdengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial
·         Terjadi konflik sosial budaya
·         Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna.
Penderita kekalutan mental banyak terdapat dalam lingkungan seperti:
·         Orang yang terlalu mengejar materi
·         Anak-anak muda usia
·         Wanita
·         Kota-kota besar
·         Orang yang tidak mempunyai iman dan beragama (kafir)
Cara Mengatasi Penderitaan
Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekwenksi manusia hidup. Bahwa manusia hidup di takdirkan bukan hanya untuk bahagia, melainkan juga menderita . Karena itu manusia hidup tidak boleh pesimis, yang menggangap hidup sebagai rangkaian penderitaan . Manusia harus optimis, ia harus berusaha mengatasi kesulitan hidup. Allah telah berfirman dalam surat arra’di ayat 11. Bahwa tuhan tidak akan merubah nasib seseorang kecuali orang itu berusaha merubahnya.
Penderitaan pasti pernah di alami oleh setiap individu. Namun, jika individu tersebut   tidak mencoba berjuang untuk bangkit dari keterpurukan, hanya depresi dan ketakutan yang akan terus dirsakan. Tetapi jika ingin berjuang untuk bangkit dari keterpurukan atau  tidak, itu tergantung dari yang mengalami penderitaan itu sendiri. Walaupun tidak mudah untuk bangkit dari penderitaan, namun jika terus berjuang, terus mencoba untuk bangkit pasti akan dapat terlepas dari dampak penderitaan tersebut.

            Dan kita sebagai manusia tidak boleh putus asa atau pun mengeluh, kita harus bersikap optimis dan berfikiran positif, harus yakin bahwa semua penderitaan itu adalah tantangan dan kita harus berjuang melawan penderitaan itu dan yakin bahwa ada penderitaan dan lalu ada kebahagian. Maka kita sebagai manusia harus berjuang, selalu optimis dan berfikir positif. Oleh karena itu saat penderitaan sedang melanda di kehidupan kita janganlah kita berkeluh kesah melainkan banyak berdoa dan selalu berfikir secara positif karena di balik penderitaan akan selalu berbuah manis pada akhirnya.

Pengaruh Tejadinya Penderitaan
Orang yang mengalami penderitaan akan memperoleh pegaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang diperoleh dapat berupa sikap yang postif maupun sikap yang negative.
Dapat berupa kekecewaan, duka, kesedihan, kekacauan hati dan fikiran. Pengaruh     penderitaan juga dapat berupa perubahan pola fikir seseorang, pola perilaku dan pandangan hidup seseorang. Masih banyak orang yang menganggap penderitaan hanyalah membawa dampak buruk atau pengaruh buruk bagi mereka, tanpa disadari jika mereka berusaha menggali makna dari penderitaan tersebut sebenarnya memiliki suatu arti berupa pelajaran bagi setiap individu tersebut..
Sikap positif adalah sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukanlah rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan. Sikap positif misalnya kreatif, tidak mudah menyerah, dan selalu berusaha.
Sedangkan sikap negative adalah sikap pesimis dalam mengatasi penderitaan yang telah dialaminya. Sikap negative misalnya putus asa, penyesalan karena tidak bahagia, sikap yang selalu kecewa dan tidak ada usaha dalam hal apapun.